Nelayan Kabetan Tolitoli Menjerit, Hasil Tangkapan Terus Menurun

  • 30 Jun 2026 09:01 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, TOLITOLI – Nelayan tradisional di Desa/Pulau Kabetan, Kecamatan Ogodeide, Kabupaten Tolitoli, menghadapi kondisi yang semakin memprihatinkan akibat menurunnya hasil tangkapan ikan dalam beberapa bulan terakhir. Situasi tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan nelayan yang kini kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sementara biaya operasional melaut terus meningkat.

Penurunan hasil tangkapan diduga dipengaruhi oleh sejumlah faktor, diantaranya kondisi angin yang tidak menentu, perubahan suhu permukaan laut yang mengubah pola migrasi ikan, hingga indikasi kerusakan terumbu karang di beberapa titik perairan Tolitoli yang menjadi habitat dan tempat mencari makan ikan. Kondisi tersebut diperparah dengan sulitnya memperoleh BBM bersubsidi jenis solar serta harga yang fluktuatif, sehingga biaya melaut sering kali tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh.

Mayoritas masyarakat Pulau Kabetan menggantungkan kehidupan pada sektor perikanan tangkap. Menurunnya pendapatan membuat daya beli masyarakat ikut merosot. Bahkan, sebagian nelayan terpaksa meminjam uang kepada pengepul atau tengkulak untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya melaut, yang berpotensi menimbulkan ketergantungan utang dalam jangka panjang. Dampaknya juga mulai dirasakan masyarakat di Kota Tolitoli dengan berkurangnya pasokan ikan segar yang menyebabkan harga ikan mengalami kenaikan.

Salah seorang nelayan Pulau Kabetan, Thamrin, mengaku kondisi yang dihadapi para nelayan saat ini sangat berat. Menurutnya, mereka harus melaut hingga ke tengah laut dengan biaya bahan bakar yang besar, namun hasil tangkapan yang dibawa pulang sangat sedikit.

"Masalahnya kami itu melaut jauh sampai ke tengah, habis solar banyak, tapi pulang hampir tidak bawa apa-apa. Kalau begini terus, anak istri kami mau makan apa?" ujar Thamrin, kepada RRI.co.id, Minggu (28/6/2026).

Sementara itu, nelayan lainnya, Usman, berharap Pemerintah Kabupaten Tolitoli melalui Dinas Perikanan dan Kelautan segera mengambil langkah nyata untuk membantu nelayan yang terdampak. Ia mengusulkan adanya bantuan stimulus ekonomi atau sembako bagi keluarga nelayan, penyediaan BBM bersubsidi yang mudah diakses di wilayah kepulauan, serta pelatihan usaha alternatif seperti pengolahan hasil perikanan dan budidaya rumput laut agar masyarakat tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan laut.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi saat ini, para nelayan berharap perhatian pemerintah dapat segera diwujudkan agar aktivitas perikanan di Pulau Kabetan kembali produktif dan mampu menopang perekonomian masyarakat pesisir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....