Kontingen Tolitoli Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
- 22 Jun 2026 15:08 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Kontingen Kabupaten Tolitoli turut ambil bagian dalam pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang berlangsung di halaman GOR Limboto, Gorontalo, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan berskala nasional ini menjadi ajang pertemuan petani, nelayan, penyuluh, serta pelaku utama sektor pertanian dari berbagai daerah di Indonesia.
PENAS XVII Tahun 2026 berlangsung pada 20 hingga 25 Juni 2026 dengan mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Hilirisasi Guna Mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045.” Tema tersebut menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi modern dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian nasional.
Kabupaten Tolitoli mengirimkan kontingen yang dipimpin Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tolitoli, Taufik, SE, bersama rombongan. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya daerah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian dan perikanan.
Pembukaan PENAS XVII dilakukan secara resmi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia dan dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, anggota DPR RI, para gubernur atau perwakilannya, serta bupati dan wali kota dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan ini diikuti peserta dari 32 provinsi. Provinsi Sulawesi Utara tercatat sebagai kontingen terbesar dengan jumlah 1.300 peserta dan penyuluh. Posisi berikutnya ditempati Provinsi Sulawesi Tengah dengan 901 peserta dan penyuluh, disusul Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 600 peserta.
Ketua KTNA Tolitoli, Taufik, mengatakan keikutsertaan dalam PENAS XVII menjadi kesempatan berharga bagi petani dan nelayan Tolitoli untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi pertanian serta pengembangan hilirisasi hasil produksi.
“PENAS menjadi kesempatan yang sangat baik bagi petani dan nelayan untuk belajar langsung mengenai inovasi teknologi, pengembangan usaha, serta berbagai strategi peningkatan produktivitas yang dapat diterapkan di daerah,” ujar Taufik.
Menurutnya, PENAS bukan hanya menjadi ajang silaturahmi antar petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, tetapi juga wadah bertukar pengalaman serta memperkuat jejaring kerja sama. Selama enam hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai agenda seperti temu usaha agribisnis, gelar teknologi, pameran inovasi pertanian, hingga diskusi ketahanan pangan nasional.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan petani dan nelayan Tolitoli dapat memperoleh pengetahuan serta pengalaman baru yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung target Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....