Terkendala Biaya Mandiri, Taekwondo Buol Tetap Sabet 13 Medali Emas di Sulteng Open
- 26 Jun 2026 15:41 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol - Kontingen Taekwondo Kabupaten Buol di bawah naungan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Taekwondo Indonesia (TI) Buol sukses mengukir prestasi gemilang dalam Kejuaraan Sulteng Open 2026 yang berlangsung di Palu pada 19–21 Juni 2026.
Sebanyak dua dojang andalan, yakni Islamic Taekwondo Club dan Madrasah Taekwondo Club, berhasil mengharumkan nama daerah dengan membawa pulang puluhan medali.
Meski berangkat dengan keterbatasan dana, kontingen Buol sukses memborong total 38 medali. Rincian perolehan medali tersebut terdiri dari 13 medali emas, 23 medali perak, dan 2 medali perungg.
"Alhamdulillah, Buol kemarin mendapatkan hasil terbaik. Memang kita kemarin kalah jumlah. Untuk target juara umum kita belum bisa karena jumlah atlet kita kalah banyak dengan Palu. Dari 38 atlet yang kami kirim, kita berhasil membawa pulang 13 medali emas, sisanya perak dan dua perunggu," ujar Sabam Wasis Kepada RRI, Jumat 26 April 2026.
Komisi Kepelatihan Pengurus Cabang (Pengcab) Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Buol, Sabam Wasis, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian para atlet. Waupun demikian, ia mengakui bahwa Kabupaten Buol belum berhasil meraih predikat Juara Umum karena kalah dalam jumlah partisipasi atlet dibandingkan dengan tim tuan rumah, Palu. Sabam menjelaskan bahwa potensi atlet Buol untuk merebut gelar juara umum sangatlah besar.
Sabam menjelaskan bahwa potensi atlet Buol untuk merebut gelar juara umum sangatlah besar. Berdasarkan catatan sejarah, pada tahun 2015 dan 2016, Buol kerap kali keluar sebagai juara umum dalam berbagai ajang, bahkan hingga ke tingkat regional di Gorontalo. Hal ini karena pada saat itu pemerintah daerah (Pemda) memberikan dukungan penuh, termasuk fasilitas akomodasi seperti bus dinas.
Namun, kondisi saat ini berbanding terbalik. Minimnya bantuan anggaran dari Pemda membuat para atlet yang bertolak ke Palu harus menggunakan biaya pribadi secara mandiri. Akibatnya, hanya atlet yang orang tuanya mampu secara finansial yang dapat ikut bertanding.
"Kendala utamanya di biaya. Pendaftaran satu atlet saja sudah mahal, Rp375 ribu. Belum lagi biaya makan, penginapan, dan transportasi selama di sana. Kami sudah pernah menyampaikan hal ini langsung ke Wakil Bupati saat saya menjadi ketua panitia pemberangkatan. Sudah beberapa tahun ini kami tidak pernah ada bantuan, padahal Taekwondo adalah salah satu cabor yang sering mengharumkan nama Kabupaten Buol," keluhnya.
Ia menegaskan, jika Pemda bersedia menjamin biaya pendaftaran dan akomodasi, Pengcab TI Buol berani menjanjikan trofi Juara Umum untuk dibawa pulang ke Buol pada kompetisi-kompetisi selanjutnya.
Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang, cabor Taekwondo Buol telah melakukan persiapan matang sejak awal tahun. Guna menyiasati belum turunnya dana bantuan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Buol, para atlet telah menjalani try-out dan latihan mandiri sejak bulan Januari.
"Kalau untuk Porprov, kita sudah tes mandiri dari bulan Januari sampai sekarang. Bantuan dari KONI memang belum ada, tapi informasinya di bulan Agustus nanti baru akan dikucurkan untuk suplemen dan honor atlet," tambah Sabam.
Meskipun KONI Buol menargetkan wilayahnya masuk dalam posisi 5 besar pada Porprov mendatang, Pengcab TI Buol memilih untuk memasang target yang realistis namun tetap optimis.
"Untuk sementara, target yang dicanangkan oleh Ketua Pengcab adalah 2 medali emas dulu. Kita harus realistis karena kabupaten lain juga menunjukkan kemajuan yang luar biasa. Tapi insyaallah, jika Allah merestui, kami optimis bisa meraih lebih dari dua medali emas," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....