Harga Bawang Merah di Buol Tembus Rp80 Ribu per Kilogram

  • 15 Jun 2026 09:19 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol – Harga komoditas bawang merah di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, mengalami lonjakan tajam dalam sepekan terakhir. Kenaikan harga yang mencapai lebih dari 100 persen tersebut membuat ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan pantauan di Pasar Kampung Bugis Buol, harga bawang merah yang sebelumnya berada pada kisaran Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp75.000 hingga Rp80.000 per kilogram. Kondisi ini tidak hanya dikeluhkan oleh konsumen, tetapi juga para pedagang yang mengalami keterbatasan pasokan.

Salah seorang pedagang di Pasar Kampung Bugis Buol, Imran, mengatakan kenaikan harga dipicu oleh menurunnya pasokan bawang merah dari daerah pemasok utama seperti Gorontalo dan wilayah sekitarnya. Menurutnya, cuaca ekstrem yang melanda daerah sentra produksi menyebabkan banyak petani mengalami gagal panen.

“Stok dari pengepul memang sangat terbatas karena barangnya susah didapat di daerah asal. Jadi kami terpaksa menaikkan harga jual agar tidak merugi, meskipun dampaknya pembeli terlihat sepi,” ujar Imran kepada RRI.co.id, Sabtu (13/6/2026).

Selain faktor produksi, hambatan distribusi akibat cuaca buruk juga turut mempengaruhi kenaikan harga. Terganggunya jalur transportasi menyebabkan biaya pengiriman meningkat, sehingga harga jual di tingkat pedagang ikut terdongkrak.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Warga berharap pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Buol segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga.

Masyarakat meminta pemerintah menggelar operasi pasar murah serta melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah gudang penyimpanan guna mengantisipasi kemungkinan adanya praktik penimbunan komoditas. Jika tidak segera ditangani, lonjakan harga bawang merah dikhawatirkan dapat memicu kenaikan harga bahan pokok lainnya dan berdampak pada daya beli masyarakat.

Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan intervensi pasar agar ketersediaan pasokan tetap terjaga dan harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil di tingkat konsumen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....