Polda Sulteng Ingatkan Personel dan Masyarakat Waspada Penipuan Digital
- 19 Mei 2026 08:48 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Belum maksimalnya pemasukan daerah dari sektor perikanan dan kelautan di Kabupaten Buol dinilai dipengaruhi oleh belum tersedianya Tempat Pendaratan Ikan (TPI). Kondisi tersebut berdampak pada pengelolaan hasil tangkapan nelayan serta berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buol, Tonang Malongi mengatakan, selama ini transaksi jual beli hasil tangkapan nelayan banyak dilakukan di tengah laut sehingga hasil tangkapan tidak tercatat secara maksimal.
“Belum adanya Tempat Pendaratan Ikan membuat transaksi hasil tangkapan nelayan banyak dilakukan di tengah laut. Akibatnya, hasil tangkapan tidak semuanya masuk ke darat sehingga berdampak pada PAD daerah,” ujar Tonang Malongi.
Ia juga mengungkapkan, sebagian hasil tangkapan nelayan justru dibeli oleh warga dari luar Kabupaten Buol dan kemudian dipasok kembali untuk dijual di pasar-pasar di wilayah Buol.
Menurutnya, keberadaan TPI sangat penting tidak hanya untuk mendukung peningkatan PAD, tetapi juga untuk memperkuat pengawasan terhadap hasil tangkapan ikan maupun distribusi ikan yang masuk ke daerah.
“Melalui TPI, pengawasan terhadap ikan yang dilalulintaskan dapat dilakukan dengan lebih baik, terutama terkait isu ikan yang masuk ke Buol sudah tidak higienis,” jelasnya.
Tonang menambahkan, selama 26 tahun Kabupaten Buol belum memiliki Tempat Pendaratan Ikan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyebabkan kebocoran PAD dari sektor perikanan dan kelautan.
Karena itu, Dinas Perikanan Kabupaten Buol berupaya melakukan berbagai langkah konkret guna mengatasi persoalan tersebut, termasuk mendorong pembangunan fasilitas TPI demi mendukung kesejahteraan nelayan dan peningkatan ekonomi daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....