Pencegahan Jadi Kunci Utama Hindari Ancaman Mematikan Hantavirus

  • 11 Mei 2026 14:15 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Hantavirus menjadi salah satu penyakit zoonotik yang perlu diwaspadai masyarakat karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius hingga kematian. Virus ini ditularkan terutama melalui hewan pengerat atau rodensia dan memiliki tingkat fatalitas yang cukup tinggi.

Hantavirus merupakan virus RNA untai tunggal yang termasuk dalam famili Hantaviridae. Virus ini diketahui menyebabkan dua penyakit demam akut pada manusia, yakni sindrom paru hantavirus atau Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) serta demam berdarah dengan sindrom ginjal atau Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).

Di tengah perubahan lingkungan, urbanisasi, dan meningkatnya interaksi manusia dengan satwa liar, kewaspadaan terhadap hantavirus dinilai semakin penting, khususnya bagi sektor kesehatan, peternakan, lingkungan, kehutanan, hingga kebencanaan.

Berdasarkan artikel yang diterbitkan oleh Drh. Pudjiatmoko berjudul “Waspada Hantavirus! Ancaman Mematikan dari Rodensia yang Bisa Picu Gagal Napas dan Gagal Ginjal”, hingga saat ini belum tersedia terapi antivirus khusus maupun vaksin berlisensi secara global untuk infeksi hantavirus.

Karena belum adanya pengobatan spesifik, penanganan pasien lebih difokuskan pada perawatan suportif. Penanganan tersebut meliputi pemantauan fungsi paru, jantung, dan ginjal secara ketat, pemberian terapi oksigen, ventilasi mekanik bila diperlukan, hingga penanganan syok dan komplikasi lainnya.

Akses cepat terhadap layanan perawatan intensif disebut sangat penting untuk meningkatkan peluang keselamatan pasien, terutama pada kasus HPS yang dapat berkembang cepat menjadi gagal napas.

Para ahli menegaskan bahwa langkah pencegahan menjadi strategi utama dalam pengendalian hantavirus. Masyarakat diimbau menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja serta menutup celah yang memungkinkan rodensia masuk ke dalam bangunan.

Selain itu, makanan dianjurkan disimpan secara aman untuk mencegah kontaminasi dari tikus atau hewan pengerat lainnya. Saat membersihkan area yang diduga terkontaminasi kotoran rodensia, masyarakat juga diminta untuk tidak menyapu kering karena dapat menyebarkan partikel virus ke udara.

Langkah yang disarankan yakni membasahi area terlebih dahulu sebelum dibersihkan, meningkatkan kebiasaan mencuci tangan, serta menggunakan alat pelindung diri saat membersihkan area berisiko tinggi.

Dalam fasilitas pelayanan kesehatan, penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi juga harus dilakukan secara konsisten, terutama pada prosedur medis yang dapat menghasilkan aerosol. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya hantavirus, diharapkan risiko penularan dapat ditekan melalui pola hidup bersih dan pengendalian populasi rodensia di lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....