Gubernur Sulteng Serukan Perang Semesta Melawan Narkoba

  • 13 Jun 2026 10:35 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyerukan gerakan perang semesta terhadap narkotika sebagai upaya menghadapi maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Sulawesi Tengah. Seruan tersebut disampaikan sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Menurut Anwar Hafid, Sulawesi Tengah saat ini menempati peringkat ketiga secara nasional dalam kasus penyalahgunaan narkotika. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Tolitoli, masuk dalam kategori daerah rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Gubernur menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkotika tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Keterbatasan jumlah personel yang dimiliki aparat, menurutnya, harus diimbangi dengan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam mengawasi lingkungan masing-masing.

“Perang melawan narkotika harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga masyarakat umum harus mengambil peran dalam menjaga lingkungan dari ancaman narkoba,” tegas Anwar Hafid, Kamis (11/6/2026).

Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga mendorong kembali penerapan budaya wajib lapor bagi warga pendatang maupun warga baru yang masuk ke suatu lingkungan permukiman. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk memperkuat pengawasan sosial sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku peredaran narkotika.

Menurut Anwar, partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba. Melalui pengawasan bersama hingga tingkat desa dan kelurahan, potensi masuknya jaringan peredaran narkotika dapat dideteksi lebih dini sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

“Kalau masyarakat peduli terhadap lingkungannya, maka ruang gerak jaringan narkoba akan semakin sempit. Kita harus bersama-sama menjaga generasi muda dari ancaman narkotika yang dapat merusak masa depan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap gerakan perang semesta terhadap narkotika dapat menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan seluruh lapisan warga dalam memberantas penyalahgunaan narkoba.

Melalui kerja sama yang solid dan berkelanjutan, pemerintah optimistis angka penyalahgunaan narkotika di Sulawesi Tengah dapat ditekan sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman, sehat, dan produktif bagi masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus pembangunan daerah dan bangsa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....