BMKG: Dampal Utara dan Selatan Jadi Wilayah Paling Rawan Kekeringan di Tolitoli
- 02 Apr 2026 12:56 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Tolitoli, Wahyu Guru Imantoko, memperingatkan masyarakat dan sektor pertanian untuk bersiap menghadapi fenomena El Nino lemah yang akan melanda wilayah tersebut pada tahun 2026. Berdasarkan data pemantauan, puncak penurunan curah hujan diprediksi akan terjadi pada bulan September hingga awal Oktober.
Dalam dialog interaktif RRI Tolitoli yang berlangsung pada Rabu (1/4/2026), Wahyu menjelaskan bahwa meski fenomena yang terjadi adalah El Nino kategori lemah, dampaknya terhadap pengurangan akumulasi curah hujan bulanan tetap harus diwaspadai, terutama bagi para petani.
"Kami memprediksi wilayah Kabupaten Tolitoli secara umum akan mengalami variasi curah hujan antara 50 hingga 200 mm pada bulan April dan Mei. Namun, ada wilayah yang perlu mendapat perhatian ekstra karena curah hujannya diprediksi sangat rendah, yaitu di Kecamatan Dampal Utara dan Dampal Selatan," ujar Wahyu.
Wahyu menambahkan bahwa fase penurunan hujan akan mulai terasa signifikan pada akhir Juli. Ia menekankan pentingnya langkah mitigasi dan adaptasi sejak dini agar fenomena cuaca ini tidak berujung pada gagal panen. Salah satu rekomendasi utama BMKG adalah optimalisasi "tabungan air" di waduk-waduk yang ada.
"Selama bulan April hingga Juni, curah hujan diperkirakan masih ada. Kami berharap waduk-waduk atau embung yang tersedia betul-betul dijaga dan diisi secara maksimal sebagai cadangan air untuk mendukung masa tanam yang telah direncanakan," tambahnya.
Selain sektor pertanian, Wahyu menyebutkan bahwa fenomena El Nino sebenarnya memiliki sisi positif bagi sektor kelautan. Suhu air laut yang mendingin akibat El Nino seringkali membawa nutrisi ke permukaan laut, yang berpotensi meningkatkan hasil tangkapan ikan bagi para nelayan di Tolitoli.
Di akhir pemaparannya, Kepala BMKG menghimbau masyarakat agar tidak terpancing oleh isu-isu "Godzilla El Nino" yang beredar di media sosial. Ia menegaskan bahwa berdasarkan data rilis BMKG pusat, kondisi saat ini masih dalam posisi netral dan akan berkembang menjadi El Nino lemah pada pertengahan tahun.
"Penting bagi kita untuk melakukan mitigasi dan adaptasi berdasarkan data, sehingga fenomena ini bisa kita lewati dengan bijak tanpa informasi yang simpang siur," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....