BPBD Buol Tegaskan Fenomena Mangubi Bukan Likuifaksi
- 25 Mar 2026 14:47 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol memberikan klarifikasi terkait kabar yang beredar di masyarakat mengenai dugaan fenomena likuifaksi yang terjadi di Desa Mangubi Kecamatan Momunu. Pihak BPBD menegaskan bahwa hingga saat ini peristiwa tersebut belum bisa dikategorikan sebagai likuifaksi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buol, Kahfi Marjuni, menjelaskan bahwa pihaknya telah turun ke lapangan sejak hari pertama kejadian untuk melakukan pemetaan dan penanganan dampak. Berdasarkan pengamatan sementara, peristiwa tersebut lebih merujuk pada tanah amblas atau longsoran akibat faktor teknis dan alam.
"Kami belum bisa menyampaikan bahwa itu likuifaksi. Barangkali itu tanah amblas atau tanah poros, karena pada tahun 2024 juga pernah terjadi penurunan tanah serupa. Jadi bukan baru kali ini saja," ujar Pak Kahfi saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Pak Kahfi menambahkan bahwa kewenangan untuk menentukan apakah suatu fenomena termasuk likuifaksi berada di tangan tim ahli teknis. Saat ini, BPBD telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta kantor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk melakukan kajian lebih mendalam.
"Kami tidak punya keahlian teknis untuk menentukan itu likuifaksi, nanti ada orang teknis yang lebih tahu menyampaikan hal tersebut. Yang jelas, area yang terdampak saat ini diperkirakan mencapai sekitar 50-an hektar lahan," tambahnya.
Dampak paling signifikan dari amblasnya tanah tersebut adalah terputusnya jalur pipa air bersih milik PDAM yang melayani kebutuhan warga sekitar. Menanggapi hal ini, BPBD bersama Satpol PP dan Damkar telah bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih selama dua hari terakhir.
"Dampak utamanya saat ini adalah air bersih karena pipa-pipa ada yang putus. Sudah dua hari ini anggota kami bersama tim reaksi cepat BPBD, Damkar, dan Satpol PP mengantar air bersih kepada masyarakat yang terdampak," jelasnya.
Pemerintah daerah melalui BPBD mengimbau masyarakat agar tidak resah dan tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi yang berpotensi memicu pergerakan tanah. Pak Kahfi juga meminta warga untuk hanya mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak menyebarkan berita bohong (hoaks).
"Jangan dengar berita-berita hoaks yang dapat menimbulkan keresahan. Saya selaku Kepala BPBD tidak segan untuk melaporkan pihak yang sengaja membuat hoaks. Mari kita tingkatkan koordinasi antar sektor agar penanganan ini segera tuntas," tegas Pak Kahfi menutup wawancara, Rabu 25 Maret 2026
Saat ini, pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) juga telah berada di lokasi untuk melakukan perbaikan jalan dan infrastruktur yang rusak guna memulihkan aksesibilitas warga di Kecamatan Momunu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....