Banjir Rendam Empat Desa di Bukal, Ratusan Warga Terdampak
- 08 Jun 2026 13:48 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol - Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, memicu banjir yang merendam empat desa pada Jumat, 5 jUni 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan ratusan warga terdampak serta merusak sejumlah infrastruktur penting di kawasan tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengatakan banjir terjadi setelah debit air sungai meningkat drastis akibat curah hujan yang tinggi. “Banjir terjadi pada Jumat, 5 Juni 2026 dipicu hujan deras yang menyebabkan air sungai meluap hingga merendam ratusan rumah warga serta fasilitas umum di beberapa desa,” ujarnya dalam laporan yang disampaikan di Palu, Sabtu.
Empat desa yang terdampak yakni Desa Mulat, Desa Mopu, Desa Bungkudu, dan Desa Potangoan. Data sementara menunjukkan Desa Bungkudu menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, mencapai 130 kepala keluarga atau 455 jiwa. Sebanyak 91 rumah di desa tersebut juga terendam banjir.
Sementara itu, di Desa Mulat tercatat 53 kepala keluarga atau 193 jiwa terdampak dengan 45 rumah dan satu masjid ikut terendam. Adapun di Desa Mopu, banjir memengaruhi 25 kepala keluarga atau 60 jiwa serta menggenangi 12 rumah warga. Untuk Desa Potangoan, proses pendataan masih dilakukan oleh petugas di lapangan.
Selain merendam pemukiman, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur. Arus air yang deras mengakibatkan tanggul sungai jebol dan memutus jembatan penghubung antar wilayah desa. Kondisi tersebut menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan di lokasi terdampak.
Meski demikian, Asbudianto memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat bencana tersebut. “BPBD Sulawesi Tengah bersama Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Buol telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan dampak bencana serta berkoordinasi dalam upaya penanganan,” katanya.
Saat ini kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut, meskipun genangan masih ditemukan di sejumlah rumah warga. BPBD bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan penanganan, sementara masyarakat membutuhkan bantuan logistik, pembangunan tanggul sungai, saluran pembuangan air, serta jembatan darurat di Desa Bungkudu guna memulihkan akses yang terputus akibat banjir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....