Pemkab Buol Salurkan Bantuan Logistik Bencana di Tiga Kelurahan

  • 25 Feb 2026 20:20 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol - Pemerintah Kabupaten Buol melalui Dinas Sosial (Dinsos) menunjukkan komitmen nyata dalam penanganan darurat bencana. Pada Rabu pagi, tim reaksi cepat Dinsos terjun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang terdampak musibah banjir dan kebakaran di tiga titik lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Buol.

Langkah ini diambil menyusul cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah, khususnya Buol, dalam sepekan terakhir.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Buol, Marwadi, mewakili Kepala Dinas, menegaskan bahwa pendistribusian bantuan ini adalah prioritas utama untuk memastikan warga tidak mengalami krisis pangan maupun kebutuhan dasar pasca-bencana.

"Kami bergerak simultan menyasar dua jenis musibah sekaligus: pemukiman yang terendam banjir akibat luapan sungai, serta musibah kebakaran yang menghanguskan hunian warga. Kehadiran kami di sini adalah bukti bahwa negara hadir untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa kemalangan," ujar Marwadi saat ditemui di lokasi penyerahan bantuan. Rabu, 25 Januari 2026.

Bantuan yang diserahkan meliputi kebutuhan pokok dan logistik darurat, di antaranya:

Marwadi menjelaskan bahwa penyaluran kali ini memanfaatkan stok buffer (cadangan) dari sisa anggaran tahun 2025 yang masih tersimpan di gudang Dinsos. Hal ini dilakukan demi efisiensi dan kecepatan penanganan sebelum anggaran reguler tahun berjalan sepenuhnya turun ke lapangan.

Mengingat intensitas hujan di Kabupaten Buol yang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir, pihak pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap siaga. Risiko banjir susulan dan tanah longsor masih mengintai, terutama bagi warga yang bermukim di bantaran sungai dan lereng perbukitan.

Dinsos Kabupaten Buol juga memastikan bahwa koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah kecamatan terus ditingkatkan. Tujuannya adalah memangkas birokrasi yang rumit agar bantuan bisa sampai ke tangan warga hanya dalam hitungan jam setelah kejadian dilaporkan.

"Kami terus memantau situasi di lapangan selama 24 jam. Fokus kami adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan tidak ada warga terdampak yang terabaikan," tutup Marwadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....