Pemda Buol Tingkatkan Pengawasan Pasca Keracunan MBG
- 05 Feb 2026 13:55 WIB
- Toli Toli
KBRN.CO.ID, Buol — Pemerintah Daerah Kabupaten Buol meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pasca peristiwa keracunan yang terjadi di Kecamatan Bunobogu pada akhir Januari 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan 141 siswa tingkat TK, SD, dan SMP harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Mokoyurli Buol.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, Muhammad Yamin Rahim, selaku Ketua Satgas MBG Buol, mengatakan pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat guna mencegah terulangnya kejadian serupa. Hal itu disampaikannya saat melakukan peninjauan ke sejumlah sekolah penerima MBG di Kecamatan Biau, bersama Asisten II Setda Buol serta Perwira Penghubung Kodim 1305/BT.
Muhammad Yamin Rahim menjelaskan, selain memastikan seluruh siswa yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis dan dinyatakan sehat, Bupati Buol juga telah menggelar rapat koordinasi dengan pihak terkait, khususnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Dalam rapat tersebut, Pemda Buol meminta setiap SPPG untuk memperketat pengawasan mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, pendistribusian makanan, hingga sanitasi dapur dan kualitas air yang digunakan. Seluruh tahapan harus memenuhi standar keamanan pangan secara maksimal,” ujar Yamin, Kamis (5/2/2026).
Ia menambahkan, kunjungan ke sekolah-sekolah dilakukan untuk memastikan setiap paket MBG yang disajikan telah memenuhi standar gizi dan keamanan, serta memberikan rasa aman kepada siswa, guru, dan orang tua terhadap keberlangsungan program tersebut.
Sementara itu, Guru TK Pembina Kecamatan Biau, Sri Yuniarti, menyampaikan bahwa sejak program MBG dilaksanakan pada Agustus 2025 dengan jumlah penerima 146 siswa, tidak pernah ditemukan dampak negatif. Sebagai langkah antisipasi, para guru selalu melakukan pengecekan makanan sebelum dibagikan kepada siswa.
Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Buol saat ini terus dilaksanakan secara bertahap dan menyasar sekolah-sekolah di wilayah perkotaan maupun pedesaan yang tersebar di 11 kecamatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....