Dinas Perdagangan Tolitoli Minta Warga Tak Panik Soal BBM

  • 21 Sep 2026 10:02 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Dinas Perdagangan Kabupaten Tolitoli meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan telah terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), menyusul antrian panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Tolitoli, Chairuddin, S.E., mengatakan evaluasi terhadap kondisi distribusi BBM harus didasarkan pada data yang akurat dan kondisi riil di lapangan. Menurutnya, antrean panjang belum secara otomatis menunjukkan adanya kelangkaan BBM.

Chairuddin menjelaskan, berdasarkan pemantauan data normal sebelumnya, pasokan dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Lalos biasanya mencapai sekitar 15 ton per hari untuk masing-masing jenis BBM di setiap SPBU. Namun, berdasarkan koordinasi dan data terakhir yang diterima, volume pasokan yang masuk ke SPBU tercatat mengalami penurunan menjadi sekitar 8 kiloliter (KL).

"Kami tidak ingin terburu-buru menyimpulkan telah terjadi kelangkaan sebelum melihat data yang valid di lapangan," ujar Chairuddin saat memberikan keterangan dalam dialog interaktif bersama RRI Tolitoli, Jumat (18/9/2026).

Selain adanya penurunan volume pasokan dari depot, Chairuddin menduga antrean panjang juga dipengaruhi fenomena pembelian secara berlebihan atau panic buying. Kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM dinilai mendorong warga datang ke SPBU secara bersamaan.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat antrian semakin panjang, meskipun stok BBM di SPBU masih tersedia dan terus berputar untuk melayani kebutuhan konsumen. Karena itu, masyarakat diimbau membeli BBM secara bijak dan sesuai kebutuhan.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan maupun potensi penyalahgunaan, Dinas Perdagangan Kabupaten Tolitoli terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar. Masyarakat juga diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Kami berpesan agar masyarakat tidak panik dan segera melaporkan jika menemukan adanya indikasi kecurangan atau pengisian berulang yang tidak wajar di lapangan," ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....