Harga Karung Melonjak, Petani Tolitoli Terdampak imbas Konflik Global
- 06 Apr 2026 10:29 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID,TOLITOLI – Dampak konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang telah berlangsung lebih dari satu bulan mulai dirasakan hingga ke daerah, termasuk oleh petani di Kabupaten Tolitoli.
Kenaikan harga bahan berbasis plastik, khususnya karung dan terpal, menjadi keluhan utama petani. Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tolitoli, Taufik, kepada RRI menyampaikan bahwa harga karung mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Ia menjelaskan, karung yang biasa digunakan petani dan pengusaha penggilingan padi untuk menampung gabah maupun beras kini naik hingga 80 hingga 90 persen per bal. Jika sebelumnya satu bal karung masih dibeli dengan harga sekitar Rp1,5 juta, kini harganya telah mencapai Rp3 juta per bal.
“Kenaikan ini tentu sangat memberatkan petani, apalagi saat ini sedang memasuki musim panen. Karung merupakan salah satu kebutuhan utama dalam proses panen dan pascapanen,” ujarnya.Senin(6 April 2026)
Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tolitoli, Mahdar Daeng Silasa, menyebutkan bahwa saat ini Kabupaten Tolitoli tengah memasuki masa panen padi musim tanam Oktober–Maret (Okmar).
Menurutnya, panen tersebut diharapkan mampu menambah stok pangan, khususnya beras di wilayah Tolitoli, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Di sisi lain, kenaikan harga plastik di Indonesia dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Indonesia yang masih bergantung pada impor bahan baku plastik ikut terdampak, sehingga harga produk turunan seperti karung dan terpal ikut mengalami kenaikan.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi petani, yang diharapkan tetap mampu menjaga produktivitas di tengah meningkatnya biaya produksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....