Percepat Tanam, Tolitoli Antisipasi Dampak El Nino

  • 04 Mei 2026 12:50 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Mengantisipasi dampak cuaca El Nino atau musim kemarau yang berpotensi menyebabkan puso atau gagal panen, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tolitoli mengambil langkah strategis dengan mempercepat masa tanam April–September (ASEP).

Kepala Bidang Produksi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tolitoli, Mahdar dg Silasa, S.Pt, menjelaskan bahwa saat ini sebagian besar lahan sawah di Kabupaten Tolitoli telah menyelesaikan panen musim tanam Oktober–Maret (Okmar).

“Untuk kondisi sawah di Tolitoli saat ini rata-rata sudah selesai panen musim Okmar. Mengantisipasi puncak kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus, kami mendorong percepatan olah lahan dan tanam untuk musim ASEP,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Ia menambahkan, melalui pendampingan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bersama kelompok tani, percepatan pengolahan lahan terus dilakukan agar tanaman padi tidak terlalu bergantung pada ketersediaan air saat puncak kemarau tiba.

“Dengan percepatan tanam, diharapkan saat puncak kemarau, tanaman padi sudah memasuki fase menjelang panen sehingga kebutuhan air tidak lagi tinggi,” jelasnya.

Selain percepatan tanam, upaya lain yang dilakukan yakni penggunaan varietas benih padi yang lebih tahan terhadap kekeringan seperti padi gogo, serta perbaikan jaringan irigasi guna mendukung distribusi air ke lahan pertanian.

Sementara itu, Kepala BMKG Tolitoli, Wahyu, menyebutkan bahwa saat ini wilayah Tolitoli berada pada kondisi El Nino lemah. Meski demikian, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih terjadi di sejumlah wilayah.

“Kemarau diprediksi mulai akhir Juli dengan curah hujan sangat minim, puncaknya pada September hingga November. Namun saat ini masih ada hujan yang bisa dimanfaatkan, terutama untuk mengisi embung atau penampungan air,” katanya.

Ia menekankan pentingnya pemanfaatan embung sebagai cadangan air guna mendukung kebutuhan pertanian selama musim kemarau berlangsung. Wahyu juga berharap para petani dan instansi terkait dapat menyikapi kondisi cuaca secara bijak agar dampak terhadap pertanaman padi dapat diminimalisir.

“Meski kemarau berpotensi mengganggu sektor pertanian, di sisi lain kondisi ini juga memberikan dampak positif bagi tanaman perkebunan serta sektor kelautan,” pungkasnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....