Warung Lamongan Bu Asih, Kuliner Khas Jawa Timur Bertahan Lebih dari Satu Dekade di Tolitoli

  • 16 Apr 2025 17:49 WIB
  •  Toli Toli

KBRN,Tolitoli: Usaha di bidang kuliner masih menjadi salah satu peluang bisnis yang menjanjikan apabila dikelola dengan serius dan konsisten. Salah satunya adalah warung makan milik Ibu Asih yang terletak di Jalan Veteran, Kelurahan Baru, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Ibu Asih, yang berasal dari Lamongan, Jawa Timur, telah merantau ke Tolitoli lebih dari sepuluh tahun lalu untuk membuka usaha kuliner yang dinamainya sesuai daerah asal, yakni “Warung Lamongan”.

Ketika ditemui tim KBRN di warung makannya yang tengah ramai pembeli, Rabu (16/04/2025), Ibu Asih menceritakan awal mula perjuangannya membangun usaha dari nol.

“Saya asli Lamongan dan merantau ke sini membuka warung makan. Banyak suka duka yang saya alami di awal, terutama karena keterbatasan modal. Tapi Alhamdulillah sempat dapat bantuan dari bank, jadi usaha ini perlahan mulai berkembang dan punya banyak pelanggan. Saya sudah berjualan di sini lebih dari sepuluh tahun,” ungkapnya.

Saat ini, Warung Lamongan milik Ibu Asih mempekerjakan delapan orang karyawan dengan sistem gaji harian. Selama bulan Ramadhan, warung ini tutup sementara dan baru dibuka kembali satu minggu setelah Idul Fitri 1446 H/2025 M.

Berbagai menu khas Lamongan tersedia di warung ini, seperti ayam goreng, soto Lamongan, rawon, dan beragam hidangan tradisional lainnya. Tak hanya melayani makan di tempat, Warung Lamongan juga menerima pesanan katering dari kantor, sekolah, hingga acara-acara seperti ulang tahun dan hajatan.

Namun, Ibu Asih mengakui bahwa tahun ini terjadi sedikit penurunan jumlah pembeli, ditambah dengan naiknya harga sejumlah bahan pokok di pasar.

“Saya masih jualan dengan harga normal meski harga bahan naik. Kasihan pembeli kalau langsung dinaikkan. Tapi kalau harga kebutuhan pokok terus naik dan tidak stabil, mungkin terpaksa nanti harga menu juga ikut disesuaikan,” katanya.

Dari hasil usahanya, Ibu Asih bersyukur bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, menyekolahkan dua anaknya hingga perguruan tinggi, dan juga membantu adik serta keponakannya.

Sebagai pelaku UMKM di bidang kuliner, Ibu Asih berharap agar pemerintah lebih memperhatikan keberlangsungan usaha kecil seperti miliknya.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, terutama untuk pedagang warung seperti kami. Karena sumber penghasilan kami hanya dari jualan ini. Semoga bisa terus eksis dan berkembang,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....