Konsumsi Kacang untuk Kesehatan Jantung, Hindari Varian Asin Berlebihan

  • 28 Agt 2026 14:32 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Konsumsi kacang dalam jumlah cukup berpotensi mendukung kesehatan kardiovaskular. Temuan tersebut diperkuat studi yang diterbitkan British Journal of Nutrition pada 4 Agustus 2026.

Studi berjudul Nut consumption and the risk of hypertension: a systematic review and dose response meta-analysis of prospective studies merupakan tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap studi kohort prospektif. Penelitian tersebut melibatkan delapan studi dengan 20.665 kasus untuk menilai hubungan konsumsi kacang dengan risiko hipertensi.

Hasil penelitian menunjukkan, kelompok dengan konsumsi kacang lebih tinggi memiliki risiko hipertensi lebih rendah dibandingkan kelompok dengan konsumsi paling rendah. Analisis juga menemukan penurunan risiko sebesar 26 persen ketika konsumsi kacang sekitar 30 gram per hari dibandingkan tanpa konsumsi kacang.

Peneliti menyimpulkan terdapat bukti lebih lanjut mengenai hubungan antara konsumsi kacang yang lebih tinggi dan penurunan risiko hipertensi. Berdasarkan kriteria World Cancer Research Fund, para peneliti menilai kemungkinan hubungan sebab-akibat tersebut berada pada tingkat probable.

Kacang juga dikenal sebagai pangan yang mengandung berbagai zat gizi, termasuk lemak tidak jenuh, serat, mineral, vitamin, dan senyawa bioaktif. Sejumlah penelitian sebelumnya mengaitkan konsumsi kacang dengan berbagai indikator kesehatan kardiovaskular.

Meski demikian, pilihan jenis kacang tetap perlu diperhatikan. Kacang tanpa tambahan garam atau dengan kandungan natrium rendah dapat menjadi pilihan, terutama bagi masyarakat yang sedang membatasi asupan natrium.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO merekomendasikan orang dewasa mengonsumsi kurang dari 2.000 miligram natrium per hari, setara dengan kurang dari lima gram garam. Asupan natrium berlebih dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular.

Karena itu, konsumsi kacang asin secara berlebihan sebaiknya dihindari. Kacang yang diberi banyak garam dapat menambah asupan natrium harian, sehingga manfaat pola makan sehat perlu dilihat secara keseluruhan, bukan hanya dari satu jenis makanan.

Studi terbaru tersebut juga memiliki keterbatasan. Penelitian hanya mencakup studi kohort prospektif dan masih diperlukan lebih banyak data mengenai pengaruh jenis kacang tertentu serta pola konsumsinya terhadap risiko hipertensi.

Masyarakat dapat menjadikan kacang sebagai salah satu bagian dari pola makan beragam dan seimbang. Pemilihan kacang dengan sedikit atau tanpa tambahan garam, disertai pembatasan makanan tinggi natrium lainnya, dapat membantu menjaga pola makan yang lebih ramah bagi kesehatan jantung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....