Sering Ngemil Larut Malam? Hati-hati, Gula Darah Bisa Naik Drastis

  • 07 Mei 2026 14:15 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Kebiasaan makan larut malam ternyata dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh, terutama terhadap kestabilan gula darah. Melansir EatingWell edisi 28 April 2026, proses metabolisme glukosa pada malam hari berjalan lebih lambat dibandingkan siang hari karena tubuh mengalami penurunan sensitivitas terhadap insulin saat hari mulai gelap.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh hormon melatonin yang meningkat menjelang waktu tidur. Hormon yang berfungsi mengatur siklus tidur itu diketahui dapat menghambat kerja pankreas dalam memproduksi insulin, hormon penting yang membantu tubuh mengolah gula dari makanan.

Ahli diet Christina Manian menjelaskan bahwa camilan tinggi karbohidrat yang dikonsumsi pada malam hari bisa memicu lonjakan gula darah secara cepat. “Ketika kita ngemil larut malam, terutama pilihan yang tinggi karbohidrat olahan, terjadi lonjakan cepat dan penurunan drastis kadar gula darah,” ujar Christina Manian.

Penelitian juga menunjukkan kemampuan tubuh dalam melepaskan insulin dan mentoleransi glukosa akan menurun seiring berjalannya waktu menuju malam hari. Akibatnya, makanan yang sama mungkin aman dikonsumsi siang hari, tetapi dapat memicu lonjakan gula darah bila dimakan menjelang tidur.

Selain itu, peningkatan melatonin pada malam hari disebut bisa membuat tubuh kurang sensitif terhadap insulin. Bahkan, data penelitian menemukan kadar melatonin dapat meningkat hingga 3,5 kali lebih tinggi pada orang yang makan sesaat sebelum tidur dibandingkan mereka yang makan lebih awal di malam hari.

Para ahli menilai kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme, terutama bagi individu yang memiliki faktor genetik terkait Type 2 Diabetes.

Ganggu Ritme Biologis Tubuh

Makan pada malam hari juga dianggap dapat mengacaukan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Saat tubuh seharusnya memasuki fase istirahat dan pemulihan, organ pencernaan justru dipaksa bekerja untuk mengolah makanan.

Sebuah studi selama 14 hari menemukan bahwa individu yang rutin makan malam larut mengalami tanda-tanda intoleransi glukosa yang nyata. Sebaliknya, mereka yang menjaga pola makan hanya di siang hari tetap mampu mempertahankan kadar gula darah stabil meski jadwal tidurnya terganggu.

Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini disebut dapat merusak sistem metabolisme dan mengurangi waktu regenerasi alami tubuh.

Tips Aman Konsumsi Camilan Malam

Meski demikian, para pakar gizi menyebut makan malam ringan tetap bisa dilakukan dengan cara yang lebih sehat agar tidak memicu lonjakan gula darah. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

  • Menambahkan sumber protein seperti yogurt atau telur rebus.

  • Memilih karbohidrat kompleks seperti gandum utuh dan buah-buahan.

  • Mengombinasikan makanan dengan lemak sehat seperti alpukat atau kacang-kacangan.

  • Menjaga porsi tetap ringan dan tidak berlebihan.

  • Memberi jeda beberapa jam antara makan terakhir dan waktu tidur.

Dengan pengaturan pola makan yang tepat, risiko lonjakan gula darah pada malam hari dinilai dapat diminimalkan sekaligus membantu tubuh mendapatkan kualitas istirahat yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....