Kemenkes Mulai Imunisasi MR untuk Tenaga Kesehatan di 14 Provinsi

  • 13 Apr 2026 16:32 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi memulai pencanangan pemberian imunisasi Measles-Rubella (MR) bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, serta dokter internship. Program ini bertujuan melindungi tenaga kesehatan sebagai kelompok berisiko tinggi sekaligus memutus rantai penyebaran virus campak di fasilitas pelayanan kesehatan.

Dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan, Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, menyampaikan bahwa imunisasi ini menargetkan 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi, serta 28.321 dokter umum dan dokter gigi internship di seluruh Indonesia. “Kementerian Kesehatan senantiasa berupaya melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan karena merupakan kelompok yang sangat berisiko terhadap penularan campak,” kata Andi dalam jumpa pers daring di Jakarta, Jumat, 10 April 2026.

Berdasarkan data surveilans Kemenkes, tren kasus campak nasional menunjukkan penurunan signifikan. Pada minggu pertama 2026 tercatat 2.220 kasus, kemudian menurun menjadi 195 kasus pada minggu ke-13. Meski begitu, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di 14 provinsi dengan kasus tertinggi seperti Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat.

Capaian Outbreak Response Immunization (ORI) di 10 kabupaten/kota terdampak juga terus dikejar. Per 9 April 2026, Kota Depok telah mencapai 100%, diikuti Kabupaten Bima 80,8% dan Kota Palembang 60,9%. Pemberian imunisasi MR bagi tenaga kesehatan resmi dimulai pada 10 April 2026 di rumah sakit masing-masing dengan dosis 0,5 ml secara subkutan.

Ketentuan pemberian vaksin disesuaikan dengan riwayat imunisasi sebelumnya. Tenaga kesehatan yang sudah menerima dua dosis tidak perlu divaksin ulang, yang baru menerima satu dosis akan mendapatkan dosis tambahan, sedangkan yang belum pernah divaksin diwajibkan menerima dua dosis dengan interval minimal 28 hari.

Kegiatan kick-off dilaksanakan serentak di enam rumah sakit, antara lain RSUP H. Adam Malik (Medan), RSUP Dr. Mohammad Hoesin (Palembang), RS Pusat Otak Nasional (Jakarta), RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso (Jakarta), RSUD Kota Bandung, dan RS Kemenkes Makassar CPI.

Direktur Utama RSUP H. Adam Malik, dr. Zainal Safri, menyatakan dukungannya terhadap program ini. “Harapannya, kejadian campak pada orang dewasa, khususnya tenaga kesehatan, dapat dicegah karena riwayat imunisasi sebelumnya belum tentu memberikan perlindungan optimal,” ujarnya. Sementara itu, RSUP Dr. Mohammad Hoesin menargetkan melayani 100 tenaga kesehatan agar pelayanan tetap optimal tanpa rasa khawatir.

Di sisi lain, RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso mencatat lonjakan kasus campak dibanding tahun sebelumnya. “Tahun ini, hingga April saja sudah hampir 70 pasien,” jelas dr. Nur Aliza. Sementara dokter internship di RSUD Kota Bandung, dr. Rizky, menilai vaksinasi ini penting sebagai perlindungan ganda bagi tenaga kesehatan, pasien, dan lingkungan kerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....