Kadin Tolitoli Soroti Kendala Akses KUR bagi Pelaku UMKM
- 11 Jun 2026 15:43 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Pemerintah terus mendorong penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Namun, di lapangan masih ditemukan sejumlah kendala yang menghambat pelaku UMKM dalam memperoleh akses pembiayaan.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Tolitoli, Faisal, mengatakan perkembangan UMKM di daerah saat ini menunjukkan tren yang cukup positif. Meski demikian, persoalan permodalan masih menjadi tantangan utama yang dihadapi para pelaku usaha.
Menurut Faisal, hasil pemantauan dan pendampingan yang dilakukan Kadin Tolitoli menunjukkan bahwa akses terhadap pembiayaan masih menjadi hambatan yang sering dikeluhkan masyarakat.
“Yang menjadi kendala selama ini saat kami turun ke lapangan adalah persoalan permodalan. Meski pemerintah telah menghadirkan program KUR untuk membantu UMKM, kebijakan yang baik ini harus benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masih terdapat perbedaan antara kebijakan yang disampaikan pemerintah dengan implementasi yang terjadi di lapangan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyaluran KUR dengan plafon di bawah Rp100 juta yang menurut ketentuan tidak memerlukan agunan tambahan.
“Masih terdapat perbedaan antara kebijakan yang disampaikan pemerintah dengan implementasinya di lapangan. Salah satunya terkait KUR dengan plafon di bawah 100 juta rupiah yang menurut kebijakan pemerintah tidak memerlukan agunan tambahan, namun dalam prakteknya masih ditemukan berbagai hambatan administratif,” kata Faisal.
Selain itu, Kadin Tolitoli juga menyoroti persoalan riwayat kredit dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang kerap menjadi penghambat pelaku usaha untuk kembali memperoleh akses pembiayaan, meskipun kewajiban kredit sebelumnya telah diselesaikan.
“Persoalan SLIK OJK ini menjadi salah satu kendala terbesar yang kami temukan. Ketika masyarakat pernah mengalami masalah kredit, meskipun sudah melunasi kewajibannya, mereka masih kesulitan mengakses pembiayaan kembali. Karena itu kami berharap ada solusi dan penyempurnaan aturan yang lebih berpihak kepada pelaku UMKM,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM, Kadin Tolitoli saat ini aktif melakukan pendampingan dan verifikasi berkas bagi pelaku usaha yang mengajukan pembiayaan. Selain itu, sejumlah perbankan juga telah membuka layanan konsultasi di kantor Kadin guna mempermudah masyarakat dalam mengakses program KUR.
Melalui sinergi antara pemerintah, perbankan, dan organisasi dunia usaha, diharapkan akses pembiayaan bagi UMKM semakin mudah sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....