Pemberdayaan Suku Lauje Lewat UMKM Bawang Goreng

  • 23 Mei 2026 11:10 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Upaya pemberdayaan masyarakat Suku Lauje atau suku anak dalam di wilayah tolitoli Gereja Protestan Indonesia Buol Toli Toli bersama Wahana Visi Indonesia terus dilakukan melalui pengembangan ekonomi kreatif di Dusun Jongin, Desa Anggasan, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli. Salah satunya melalui pembinaan kelompok rumah produksi bawang goreng yang beranggotakan ibu-ibu dari Suku Lauje.

Pendeta GPIBT Jemaat Kanaan Jongin Kecamatan Dondo, Yohanis Yok Kumendong mengatakan, program pemberdayaan ekonomi masyarakat Suku Lauje dimulai melalui pelatihan di Kota Palu pada tahun 2024 lalu.

“Melalui bantuan peralatan yang diberikan, kelompok ibu-ibu tersebut mulai memproduksi bawang goreng dengan merk ‘Sumber Rejeki’. Saat ini produk tersebut juga telah memiliki izin IPTR dan sertifikat halal yang telah kami urus sebelumnya,” kata Yohanis kepada RRI, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, pengembangan usaha masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dari sisi permodalan dan ketersediaan bahan baku bawang yang masih didatangkan dari wilayah Pantai Timur Palasa, Kabupaten Parigi Moutong.

Di sisi lain, kelompok tani Suku Lauje binaan Wahana Visi Indonesia mulai mengembangkan budidaya bawang kenari sebagai bahan baku lokal guna mendukung keberlanjutan produksi bawang goreng tersebut.

Yohanis menjelaskan, hasil produksi bawang goreng ibu-ibu Suku Lauje kini telah dikemas secara modern, meski pemasarannya masih terbatas akibat keterbatasan bahan baku. Meski demikian, produk tersebut mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak.

“Produk tersebut juga telah beberapa kali diikutsertakan dalam pameran hasil produk UMKM sebagai bentuk promosi dan dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat adat,” ungkapnya.

Berdasarkan sejumlah testimoni, rasa dan kualitas bawang goreng produksi ibu-ibu Suku Lauje dinilai tidak kalah dengan produk lainnya, bahkan memiliki ciri khas tersendiri karena dibuat dengan penuh ketekunan dan kebersamaan.

Selain memproduksi bawang goreng, kelompok pemberdayaan ekonomi ibu-ibu Suku Lauje bersama Wahana Visi Indonesia juga mulai mengembangkan berbagai produk makanan lain dengan memanfaatkan potensi pertanian dan perkebunan lokal.

Beberapa produk yang mulai dikembangkan antara lain stik ubi ungu rasa bawang goreng, keripik pisang, serta aneka produk olahan lainnya guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Suku Lauje di wilayah Kecamatan Dondo.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....