Hari Anak Nasional Jadi Momentum Perkuat Perlindungan Anak

  • 23 Jul 2026 11:56 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh setiap 23 Juli kembali menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam memenuhi hak-hak anak Indonesia. Peringatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga pengingat bahwa anak merupakan aset bangsa yang harus memperoleh perlindungan, pendidikan, kesehatan, serta kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Hari Anak Nasional memiliki sejarah panjang dalam perjalanan perlindungan anak di Indonesia. Tanggal 23 Juli dipilih karena bertepatan dengan pengesahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Selanjutnya, pemerintah menetapkannya secara resmi melalui Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984 sebagai bentuk komitmen negara terhadap kesejahteraan dan masa depan anak.

Secara historis, gagasan mengenai Hari Anak Nasional telah muncul sejak Kongres Wanita Indonesia (Kowani) yang mengusulkan adanya hari khusus bagi anak-anak. Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, semangat tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pekan Kanak-Kanak sebagai bentuk penghargaan terhadap generasi penerus bangsa. Gagasan tersebut kemudian berkembang hingga melahirkan kebijakan nasional yang diperingati setiap tahun.

Di tengah perkembangan zaman, Hari Anak Nasional memiliki makna yang semakin penting. Berbagai tantangan seperti kekerasan terhadap anak, perundungan (bullying), eksploitasi, hingga penyalahgunaan teknologi digital menjadi persoalan yang memerlukan perhatian bersama. Perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga keluarga, sekolah, masyarakat, media, dan dunia usaha.

Pemenuhan hak-hak dasar anak juga menjadi fokus utama dalam peringatan HAN. Hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, memperoleh pendidikan yang layak, layanan kesehatan, identitas hukum, serta hak menyampaikan pendapat sesuai usia merupakan bagian dari hak anak yang harus dipenuhi demi mewujudkan generasi Indonesia yang berkualitas.

Tema Hari Anak Nasional 2026, "Gerak Bersama Anak Indonesia", menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan ramah anak. Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak usia dini melalui sinergi antara pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, komunitas, media, dan sektor swasta.

"Tema 'Gerak Bersama Anak Indonesia' mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama memastikan setiap anak mendapatkan haknya, tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan," sebagaimana disampaikan dalam materi peringatan Hari Anak Nasional yang dikutip dari Antara News.

Di era transformasi digital, perhatian terhadap anak juga diarahkan pada peningkatan literasi digital. Pendampingan orang tua dan pendidik dinilai menjadi kunci agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sebagai sarana belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi, sekaligus terhindar dari berbagai risiko di ruang digital.

"Investasi terbaik bangsa adalah investasi pada anak. Pemenuhan gizi, pendidikan yang berkualitas, lingkungan yang aman, dan perlindungan dari kekerasan akan menentukan kualitas generasi Indonesia di masa depan," demikian pesan yang menjadi semangat peringatan Hari Anak Nasional 2026.

Melalui momentum Hari Anak Nasional, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi anak-anak agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, kreatif, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan global. Sebab, masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas generasi yang saat ini sedang tumbuh dan berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....