Hari Anti-Bullying Dunia, Dari Aksi ke Gerakan
- 04 Mei 2025 17:51 WIB
- Toli Toli
KBRN,Tolitoli: Bullying atau perundungan adalah tindakan yang bisa berdampak serius terhadap kesehatan mental dan emosional seseorang, terutama anak-anak dan remaja. Seiring meningkatnya kasus bullying di berbagai belahan dunia, muncul kesadaran global akan pentingnya aksi bersama untuk mencegah dan menghentikan perilaku tersebut. Dari sinilah lahir Hari Anti-Bullying Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 4 Mei.
Bermula dari Kasus di Kanada
Cikal bakal peringatan ini bermula dari sebuah insiden pada tahun 2007 di Nova Scotia, Kanada. Seorang siswa SMP menjadi korban perundungan karena datang ke sekolah dengan mengenakan kaos merah muda. Ia diejek dan diintimidasi oleh teman-temannya karena warna pakaiannya yang dianggap “tidak sesuai”.
Melihat kejadian itu, dua siswa senior David Shepherd dan Travis Price memutuskan untuk bertindak. Mereka membeli dan membagikan puluhan kaos merah muda kepada teman-teman sekolah sebagai bentuk solidaritas. Keesokan harinya, hampir seluruh siswa datang ke sekolah dengan mengenakan pakaian berwarna serupa. Aksi tersebut menjadi simbol dukungan moral dan perlawanan damai terhadap bullying.
Dari Solidaritas Lokal Menjadi Gerakan Global
Aksi dua siswa itu mendapat perhatian luas, tidak hanya di Kanada tetapi juga di berbagai negara. Gerakan ini dikenal sebagai Pink Shirt Day dan diperingati setiap Rabu terakhir bulan Februari di sejumlah negara. Dampak positif gerakan ini kemudian mendorong lahirnya Hari Anti-Bullying Sedunia yang ditetapkan pada tanggal 4 Mei.
Tujuan dan Harapan
Peringatan ini bertujuan untuk:
Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya bullying.
Mengedukasi anak-anak dan remaja tentang empati, toleransi, dan rasa hormat.
Memberikan dukungan kepada korban perundungan.
Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil tindakan nyata melawan bullying.
Hari Anti-Bullying Sedunia merupakan pengingat bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil dan penuh kepedulian. Ini adalah momen bagi dunia untuk bersatu menyuarakan satu pesan: bullying tidak boleh dibiarkan di mana pun terjadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....