Kalah di Final, Presiden Fans Argentina Kota Tidore Muhammad Sinen langsung Batobo
- 20 Jul 2026 11:44 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID,Morotai - Kekalahan Argentina dari Spanyol pada partai final Piala Dunia 2026 tidak hanya meninggalkan kekecewaan bagi para pendukung Albiceleste. Di Maluku Utara, hasil pertandingan itu juga menjadi penanda ditepatinya sebuah tradisi yang telah lama melekat di kalangan pencinta sepak bola, yakni batobo.
Presiden Fans Argentina Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menjadi salah satu pendukung yang harus menerima konsekuensi tersebut setelah tim kesayangannya takluk 0-1 dari Spanyol pada laga puncak yang berlangsung Senin 20 Juli 2026.
Batobo kali ini tidak berlangsung di Kota Tidore Kepulauan sebagaimana biasanya. Muhammad Sinen justru menjalani tradisi batobo di Pelabuhan Laut Daruba Kabupaten Pulau Morotai, tempat dirinya sedang berada saat laga final berlangsung.
Usai peluit panjang dibunyikan dan memastikan kemenangan Spanyol, suasana di sekitar pelabuhan berubah menjadi penuh sorak-sorai. Sejumlah pendukung Spanyol yang bergabung bersama fans Brasil, Belanda, dan Jerman mengarak Muhammad Sinen menuju bibir pelabuhan.
Dengan syal kebanggaan Argentina masih melingkar di lehernya, Muhammad Sinen tetap tersenyum menerima kekalahan tim yang didukungnya. Di tengah riuh tawa dan tepuk tangan para pendukung tim lain, ia kemudian diceburkan ke laut sebagai bentuk pelaksanaan janji batobo yang telah disepakati sebelum pertandingan dimulai.
Tradisi batobo sendiri telah menjadi bagian dari budaya unik para pencinta sepak bola di Maluku Utara setiap kali perhelatan Piala Dunia berlangsung. Pendukung tim yang kalah akan diceburkan ke laut sebagai simbol menerima hasil pertandingan sekaligus menjaga sportivitas antarsuporter.
Tradisi tersebut bukan dimaknai sebagai bentuk penghinaan, melainkan wujud persaudaraan dan hiburan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Setelah prosesi selesai, para pendukung dari berbagai negara biasanya kembali berkumpul, bercanda, dan merayakan kemeriahan sepak bola tanpa meninggalkan rasa permusuhan.
Muhammad Sinen pun menunjukkan komitmennya terhadap tradisi tersebut. Sebagai salah satu pendukung fanatik Argentina di Maluku Utara, ia tidak menghindar dari konsekuensi ketika prediksinya meleset.
Sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, Muhammad Sinen bahkan telah memprediksi bahwa Argentina akan mampu melaju hingga partai final dan berhadapan dengan Spanyol. Keyakinan itu terus dipegangnya hingga laga puncak berlangsung. Ia juga optimistis Lionel Messi dan kolega mampu membawa pulang trofi juara.
Namun, hasil pertandingan berkata lain. Gol tunggal Spanyol memastikan Argentina harus puas sebagai runner-up, sekaligus mengakhiri harapan para pendukung Albiceleste untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia.
Meski demikian, kekalahan tersebut tidak mengurangi semangat sportivitas Muhammad Sinen. Ia tetap memenuhi janji batobo yang sebelumnya telah disepakati bersama para pendukung tim nasional lainnya.
Prosesi batobo di Morotai pun menjadi salah satu momen yang menyita perhatian masyarakat. Tidak sedikit warga yang mengabadikan peristiwa tersebut karena dinilai menjadi bagian dari kemeriahan dan warna tersendiri dalam perayaan final Piala Dunia 2026 di Maluku Utara.
Menariknya, ritual itu rupanya belum berakhir. Setelah menjalani batobo di Pulau Morotai, Muhammad Sinen dikabarkan masih akan kembali ke Kota Tidore Kepulauan.
Di sana, para pendukung gabungan dari Spanyol, Brasil, Belanda, Jerman, dan negara lainnya telah menunggu untuk kembali menjalankan tradisi serupa. Dengan demikian, kekalahan Argentina di final Piala Dunia 2026 bukan hanya menjadi catatan di atas lapangan hijau, tetapi juga menghadirkan kisah persahabatan, sportivitas, dan tradisi unik sepak bola yang terus hidup di tengah masyarakat Maluku Utara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....