Fasilitas Praktik Terbatas, SMK Putra Bahari Titip Aspirasi ke Iqbal Ruray

  • 29 Sep 2026 06:56 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate- Ketua DPRD Maluku Utara M. Iqbal Ruray menyoroti keterbatasan ruangan praktik Simulator Kapal di SMK Putra Bahari, Kota Ternate. Peralatan simulator dan radar yang yang dimiliki sekolah tersebut ditempatkan di ruangan bawah tanah gedung, sehingga kegiatan praktik belum berjalan optimal, lantaran ukurannya sangat kecil.

Persoalan itu mencuat saat Iqbal menggelar reses di SMK Putra Bahari, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Senin, 28 September 2026. Dalam kunjungan tersebut, puluhan siswa menyampaikan kebutuhan sekolah kepada wakil mereka di DPRD Maluku Utara.

Iqbal mengatakan fasilitas simulator dan radar idealnya ditempatkan di lantai atas agar penggunaannya sesuai dengan kebutuhan praktik. Namun, keterbatasan membuat peralatan yang tersedia ditempatkan di lantai bawah.

“Memang terkait dengan peralatan, terutama simulator dan radar yang idealnya ini harus ada di bagian lantai atas. Tapi karena mereka tidak punya, akhirnya adanya di bawah, sehingga ini tidak maksimal untuk praktik,” kata Iqbal.

Menurut dia, kebutuhan fasilitas tersebut menjadi salah satu catatan dari agenda reses yang akan dikawal melalui pembahasan bersama organisasi perangkat daerah. Ia berharap pengadaan fasilitas praktik dapat didorong dalam program pemerintah daerah pada tahun berikutnya.

“Ini bisa menjadi catatan penting bagi kami untuk kegiatan reses di SMK ini, supaya mudah-mudahan tahun depan bisa kita dorong,” ujarnya.

Iqbal mengatakan aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam reses merupakan bagian dari proses penjaringan kebutuhan untuk kemudian dikawal dalam pembahasan program dan anggaran pemerintah daerah.

“Semua program yang dibahas melalui kegiatan reses ini sejalan. Tergantung masing-masing anggota DPR untuk bagaimana dengan OPD dalam rangka penganggaran,” katanya.

Ia menegaskan DPRD tidak sekadar menampung aspirasi, tetapi memiliki tanggung jawab untuk mengawal kebutuhan konstituen agar dapat masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.

Sementara itu, Kepala SMK Putra Bahari, Umar Muchtar, mengapresiasi perhatian Iqbal terhadap kebutuhan sekolah swasta. Menurut dia, pendidikan seharusnya tidak dibedakan berdasarkan status sekolah negeri atau swasta.

Umar menyoroti pernyataan Iqbal bahwa sekolah negeri dan swasta semestinya mendapatkan perhatian yang setara dalam pembangunan pendidikan.

“Saya sangat antusias ketika mendengarkan beliau punya bahasa bahwa bicara tentang sekolah itu sebetulnya jangan kita bedakan negeri dan swasta. Itu poin yang saya garis bawahi,” kata Umar.

Ia berharap cara pandang tersebut dapat menjadi kebijakan yang lebih luas di Maluku Utara sehingga pemerataan fasilitas pendidikan tidak hanya dirasakan sekolah negeri.

“Ini sangat luar biasa. Andaikan pemerintah Maluku Utara punya konsep, punya cara berpikir seperti Pak Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara ini, maka pemerataan pendidikan dan kepedulian terhadap pendidikan Maluku Utara bisa menjadi baik,” ujarnya.

Umar mengatakan pemerintah pusat telah menunjukkan perhatian terhadap pemerataan pendidikan dengan memberikan dukungan kepada sekolah tanpa membedakan status negeri dan swasta.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat menerapkan pendekatan serupa dalam pembangunan pendidikan di Maluku Utara.

“Jangan lagi ada dikotomi antara negeri dan swasta,” kata Umar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....