Musik Wela-wela, Ekspresi Budaya Gotong Royong Masyarakat Sahu

  • 29 Sep 2026 12:42 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Musik Wela-wela merupakan salah satu Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) yang berasal dari masyarakat Suku Sahu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Musik tradisional ini tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat agraris yang sejak dahulu menjunjung tinggi semangat gotong royong.

Wela-wela biasanya dinyanyikan saat kegiatan menanam padi di ladang, panen, kerja bersama, serta berbagai kegiatan adat. Nyanyian tersebut dibawakan secara berbalas dengan irama sederhana dan ritmis yang berfungsi membangkitkan semangat bekerja sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Maluku Utara, Budi Argap Situngkir, mengatakan musik Wela-wela telah tercatat sebagai Ekspresi Budaya Tradisional Maluku Utara dalam pangkalan data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkum.

Pencatatan tersebut dilakukan berdasarkan permohonan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara sebagai bagian dari upaya memberikan pelindungan terhadap kekayaan intelektual komunal yang berkembang dan diwariskan secara turun-temurun.

Menurut Argap, pelindungan EBT merupakan bentuk komitmen negara dalam menjaga keberadaan berbagai warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat.

“Pelindungan ekspresi budaya tradisional, termasuk Musik Wela-wela, merupakan ikhtiar melestarikan budaya masyarakat yang memiliki nilai sosial dan budaya. Selain itu, keberadaannya dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat melalui pariwisata daerah,” kata Argap.

Secara historis, Musik Wela-wela diperkirakan telah berkembang sejak masa leluhur masyarakat Sahu, ketika aktivitas bercocok tanam menjadi bagian penting dalam kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat.

Pada masa itu, nyanyian Wela-wela digunakan untuk mengiringi aktivitas di ladang sehingga pekerjaan terasa lebih ringan dan suasana kerja menjadi lebih bersemangat. Tradisi bernyanyi bersama tersebut kemudian berkembang dan menjadi bagian dari berbagai kegiatan adat serta budaya masyarakat Sahu.

Seiring perkembangan zaman, Musik Wela-wela tidak hanya dipertahankan dalam kegiatan pertanian. Musik tersebut juga ditampilkan dalam festival budaya, penyambutan tamu, hingga berbagai kegiatan pemerintahan sebagai salah satu simbol identitas budaya masyarakat Sahu di Maluku Utara.

Argap mengajak pemerintah daerah, komunitas masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga serta melestarikan ekspresi budaya tradisional di daerah masing-masing melalui pelindungan kekayaan intelektual.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....