Menunggu Berhari-hari di Sanana, Calon Nasabah KUR dari Falabisahaya Buka Suara
- 28 Sep 2026 20:07 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Sanana - Sejumlah calon nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula keluhkan proses pencairan hingga nilai permintaan yang dibatasi.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun RRI dari seorang calon nasabah menyampaikan, ia sebelumnya telah melewati proses survei hingga tahap memasukan dokumen persyaratan yang dimintai oleh pihak Bank BRI di Kota Sanana. Dalam pengajuan tersebut besaran dana kredit sebesar Rp 100 juta dengan memasukan dokumen tambahan berupa dua izin usaha.
Namun, ketika dirinya kembali dipanggil ke kantor BRI Unit Sanana untuk proses pencairan, nilai tersebut berubah menjadi Rp 80 juta. Karena terjadi perubahan nilai dari pembahasan sebelumnya, maka ia memilih tidak melanjutkan proses pencairan.
“Berkas sudah lengkap dan sudah masuk, ada dua jenis usaha. Kami juga sudah disurvei dengan nilai Rp100 juta. Namun, ketika dipanggil untuk proses pencairan di bank, nilainya berubah menjadi Rp 80 juta. Karena itu saya menolak,” ujar Sof, Senin 28 September 2026.
Ia mempertanyakan alasan perubahan nilai lantaran tidak mendapat penjelasan sebelumnya mengenai kemungkinan penyesuaian nilai pinjaman setelah proses survei dari pihak bank.
“Kalau nilai berubah, seharusnya disampaikan saat survei di lokasi. Karena kami di Falabisahaya jauh dari pusat kota dan harus menempuh perjalanan laut dan cukup memakan anggaran jika berhari-hari berada di Sanana," ucapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh calon nasabah KUR lainnya yang berasal dari Desa Falabisahaya mengaku, telah menyelesaikan tahapan survei dan diarahkan untuk melanjutkan proses di Bank BRI Sanana. Tetapi hingga lebih dari satu minggu setelah survei belum mendapatkan kepastian pencairan sampai saat ini.
“Survei sudah selesai. Namun saya sudah tunggu delapan hari, saya hanya di suruh menunggu saja. Sementara, kita dari Falabisahaya ke Sanana butuh biaya mulai dari transportasi, tempat nginap hingga makan minum,” katanya.
Untuk itu, ia berharap kepada pihak bank agar memberikan informasi yang jelas mengenai status pengajuan kredit, termasuk terdapat perubahan plafon maupun kendala dalam proses pencairan.
“Kalau tidak jadi, bilang saat survei. Jangan kita sudah datang di Sanana lalu prosesnya sampai berhari-hari,” ucapnya.
Sementara itu, pihak Bank BRI Unit Sanana Fadli Lumia, menjelaskan bahwa besaran plafon KUR bagi nasabah baru dapat ditentukan berdasarkan hasil penilaian terhadap kemampuan usaha dan omzet calon debitur.
Menurutnya, pengajuan hingga Rp100 juta memungkinkan diberikan apabila hasil perhitungan pendapatan usaha mendukung nilai pinjaman tersebut.
“Bisa saja, nanti kita lihat dari omzet pendapatannya. Kalau omzetnya bisa lebih dari itu, ya kita bisa kasih. Kalau maksimalnya Rp100 juta,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, petugas akan melakukan penilaian terhadap pendapatan usaha calon nasabah, baik dari pendapatan harian maupun bulanan.
“Kalau seandainya petugas saya turun, nilai pendapatan harian, bulannya berapa. Kalau dihitung bisa dapat Rp100 juta, kita bisa kasih sesuai permintaan. Tapi kalau hanya Rp 80 juta maka nilainya tidak bisa lebih," katanya.
Fadli mengatakan akan mengecek persoalan tersebut kepada petugas yang menangani KUR di wilayah Mangoli Utara.
“Nanti saya coba tanya kepada petugas. Cara hitungannya seperti apa atau dia ketemu nasabah itu bagaimana, biar saya juga tahu,” ujarnya.
Fadli juga mengaku baru mengetahui adanya calon nasabah dari Mangoli Utara yang mengaku telah menunggu lebih dari delapan hari tanpa kepastian proses pencairan. Ia mengatakan akan meminta informasi mengenai identitas calon nasabah tersebut untuk mengecek status pengajuannya.
“Masalah ini juga saya belum tahu. Jadi nanti saya tanya ke petugas masalahnya apa, supaya jangan nasabahnya bolak-balik, kasihan. Beliau punya nama siapa, supaya saya cek di sini. Supaya diselesaikan secepatnya,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....