Belum Ada Progres Pekerjaan, Jembatan Ambruk di Waikalopa Masih Menunggu Anggaran
- 09 Sep 2026 13:30 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Sanana - Jembatan Waikalopa di Desa Fukweu, Kepulauan Sula, belum diperbaiki sejak ambruk pada Agustus 2025. Hingga September 2026, masyarakat masih mengandalkan jembatan darurat untuk menghubungkan Sulabesi Barat dengan pusat Kota Sanana.
Koordinator Lapangan Balai Jalan dan Jembatan 32 Maluku Utara, S. Fajaryanto G. Umasangadji, mengatakan penanganan masih menunggu anggaran. Menurutnya, tim perencanaan sebelumnya telah turun mengidentifikasi kondisi jembatan di lokasi.
“Sementara masih menunggu anggaran. Dari perencanaan juga sudah identifikasi kondisi di lapangan,” ujar Fajaryanto, Rabu 9 September 2026. Ia mengatakan hasil identifikasi tersebut telah diajukan sebagai dasar penanganan jembatan yang rusak.
Fajaryanto menyebut belum tersedianya anggaran menjadi kendala pelaksanaan pekerjaan hingga saat ini. Namun, pihaknya memastikan perbaikan tetap akan diupayakan sesuai ketersediaan anggaran pemerintah.
“Kalau tahun ini tidak ada, kemungkinan besar tahun 2027 baru dikerjakan,” katanya. Dengan demikian, perbaikan permanen berpotensi baru direalisasikan pada tahun anggaran 2027.
Jembatan Waikalopa memiliki panjang sekitar 11 meter dengan lebar bentangan mencapai 2,5 meter. Sementara kedalaman pada bagian jembatan yang ambruk diperkirakan mencapai sekitar 2,90 meter.
Sejak ambruk pada 18 Agustus 2025, akses masyarakat masih menggunakan jembatan darurat berbahan batang kelapa. Kondisi tersebut berlangsung lebih dari setahun sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.
Jembatan Waikalopa menjadi akses utama masyarakat dari Kecamatan Sulabesi Barat menuju pusat Kota Sanana. Kerusakan jembatan membuat masyarakat harus menggunakan akses darurat untuk menunjang mobilitas sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....