Perkuat Layanan Kesehatan di Kepulauan, IDI Dorong Visiting Specialist
- 21 Sep 2026 19:28 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID,Tidore - Pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Maluku Utara periode 2026–2029 bersama pengurus IDI cabang kabupaten dan kota se-Maluku Utara menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.
Pelantikan yang berlangsung di Hotel Sahid Bela Ternate, Minggu 20 September 2026, tersebut juga menjadi ruang untuk mendorong pemerataan tenaga dokter, peningkatan kesejahteraan profesi, serta perluasan akses pelayanan spesialistik bagi masyarakat.
Ketua IDI Cabang Kota Tidore Kepulauan, dr. Megawati Abubakar mengatakan persoalan distribusi dokter di Maluku Utara tidak cukup diselesaikan dengan menambah jumlah tenaga medis. Menurut dia, distribusi dan keberlangsungan dokter di daerah yang membutuhkan juga menjadi persoalan penting.
"Persoalannya bukan hanya bagaimana menambah dokter, tetapi bagaimana mendistribusikan dan mempertahankan dokter di tempat yang paling membutuhkan," ujar Megawati.
Ia mengatakan pemetaan kebutuhan dokter dapat dilakukan berdasarkan beban kerja menggunakan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN).
Dengan pendekatan tersebut, kebutuhan tenaga dokter tidak hanya dihitung berdasarkan jumlah fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, tetapi juga mempertimbangkan beban dan jenis pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Megawati juga menilai aspek kesejahteraan dokter perlu menjadi perhatian dalam upaya mempertahankan tenaga medis di daerah.
"Kesejahteraan dokter bukan sekadar penghargaan, tetapi investasi daerah untuk mempertahankan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," katanya.
Selain pemerataan tenaga dokter, IDI Cabang Kota Tidore Kepulauan mendorong penguatan jejaring visiting specialist dan pemanfaatan telemedicine.
Menurut Megawati, kedua pendekatan tersebut dapat menjadi alternatif untuk memperluas akses masyarakat di wilayah kepulauan terhadap pelayanan spesialistik tanpa selalu mengharuskan pasien melakukan perjalanan ke rumah sakit rujukan.
"Kita tidak selalu bisa mendekatkan pasien ke rumah sakit rujukan. Tetapi kita bisa mendekatkan layanan spesialistik kepada pasien," ujarnya.
Ia berharap kepengurusan IDI yang baru dapat memperkuat sinergi antara organisasi profesi, pemerintah daerah, dinas kesehatan, rumah sakit, dan Puskesmas.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat, merata hingga wilayah kepulauan, serta dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....