BPOM Maluku Utara gelar sharing session pelayanan publik inklusif

  • 27 Agt 2026 06:30 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Sofifi - BPOM Maluku Utara di Sofifi memperkuat pelayanan publik inklusif melalui sharing session dan pelatihan bahasa isyarat dasar. Kegiatan berlangsung di Aula Gedung Kie Raha Lantai 2 BPOM di Sofifi, Rabu 26 Agustus 2026. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Perwakilan Ombudsman Maluku Utara dan SLB Centra PK-LK Kota Tidore Kepulauan.

Kepala Balai POM Maluku Utara di Sofifi, Ermanto Siahaan, mengatakan pelayanan inklusif membutuhkan kompetensi dan kesiapan petugas. Menurutnya, setiap masyarakat berhak memperoleh pelayanan yang setara, ramah, dan tidak diskriminatif.

“Kita mungkin sering menganggap pelayanan inklusif berfokus pada penyediaan fasilitas tertentu. Padahal, inklusivitas sangat ditentukan sikap, kemampuan, dan kesiapan petugas berkomunikasi efektif dengan semua pengguna layanan.” ujar Ermanto.

Ermanto juga mengingatkan pentingnya ketulusan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk kelompok rentan dan berkebutuhan khusus. Ia berharap komunikasi yang terbangun dapat membuat masyarakat merasa dihargai selama menerima layanan.

Sesi pertama menghadirkan Dian Megawati Tukuboya dari Perwakilan Ombudsman Provinsi Maluku Utara. Ia menyampaikan materi bertajuk Penguatan Pelayanan Publik yang Responsif, Inklusif, dan Berkeadilan.

Materi tersebut membahas pemenuhan hak masyarakat, terutama kelompok rentan dalam memperoleh pelayanan publik. Peserta juga mendapat pemahaman mengenai jaminan pelayanan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik bahasa isyarat dasar bersama Andi Chaerani dari SLB Centra PK-LK Kota Tidore Kepulauan. Peserta mempelajari abjad, salam, serta ungkapan sederhana untuk mendukung komunikasi dengan penyandang hambatan pendengaran.

Pelatihan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada petugas dalam membangun komunikasi yang lebih mudah dipahami pengguna layanan. Kemampuan itu diharapkan mendukung terciptanya pelayanan yang ramah, setara, dan responsif.

Melalui kegiatan tersebut, Balai POM di Sofifi memperkuat pemahaman pegawai mengenai prinsip pelayanan publik inklusif. Selain pengetahuan, petugas juga memperoleh keterampilan praktis untuk meningkatkan kualitas interaksi dengan seluruh masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....