MTQ Nasional XXXI Resmi Berakhir, Kaltim Juara Umum, Jawa Tengah Runner-up

  • 19 Sep 2026 22:19 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Semarang - Kalimantan Timur keluar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah. Kafilah Kaltim meraih nilai 288, mengungguli tuan rumah Jawa Tengah yang berada di posisi kedua dengan nilai 208.

Hasil tersebut ditetapkan Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI dalam keputusan yang dibacakan Ketua Dewan Hakim Prof. Dr. H.E. Syibli Sarjaya pada malam penutupan MTQ di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Sabtu, 19 September 2026.

Posisi ketiga ditempati DKI Jakarta dengan nilai 129. Aceh dan Jawa Timur berada di peringkat keempat dengan nilai sama, yakni 99. Sumatra Utara dan Jawa Barat berbagi posisi kelima dengan nilai 71.

Selanjutnya, Sumatra Selatan berada di peringkat keenam dengan nilai 55, Banten peringkat ketujuh dengan nilai 52, Riau peringkat kedelapan dengan nilai 35, Nusa Tenggara Barat peringkat kesembilan dengan nilai 33, dan Sulawesi Selatan menempati posisi ke-10 dengan nilai 31.

Keputusan Dewan Hakim menyebut penetapan juara umum dan peringkat 10 besar tersebut bersifat final dan mengikat serta tidak dapat diganggu gugat.

Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe (tengah), hadiri penutupan MTQ Nasional XXXI.(Foto: RRI/Yudi).

MTQ Nasional XXXI ditutup Menteri Agama Nasaruddin Umar di Lapangan Pancasila, Simpang Lima. Penutupan dihadiri sejumlah kepala daerah, termasuk Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, serta ribuan warga Semarang dan para kafilah dari 37 provinsi.

Pertunjukan Tari Mutiara Tanah Jawa menjadi salah satu suguhan utama dalam acara penutupan. Panggung penutup sekaligus menjadi akhir dari rangkaian perlombaan yang berlangsung selama sembilan hari.

Ketua Panitia MTQ Nasional XXXI, Taj Yasin Maimoen, mengatakan sebanyak 2.242 peserta dari 37 provinsi mengikuti perlombaan yang tersebar di 12 arena. Mereka berkompetisi dalam delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian musabaqah berjalan lancar dan tertib,” kata Taj Yasin dalam laporan penutupan.

Menurut dia, Jawa Tengah mengirim 67 kafilah yang telah melalui proses seleksi berjenjang dari tingkat kabupaten dan kota hingga provinsi. Sebanyak 30 peserta dari kontingen tuan rumah berhasil menembus babak final.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, dengan para juara MTQ Nasional XXXI.(Foto: RRI/Yudi).

Taj Yasin mengatakan MTQ tidak berhenti pada kompetisi membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk semakin mendekatkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada masyarakat.

Antusiasme itu, kata dia, telah terlihat sejak Pawai Ta’aruf dan pembukaan MTQ di Simpang Lima hingga pelaksanaan Mars MTQ yang tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Kegiatan tersebut diikuti 288.262 peserta secara hybrid.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi mengatakan penyelenggaraan MTQ selama sembilan hari turut membuat isu tentang Al-Qur’an memenuhi ruang media sosial.

Namun, Lutfi menyoroti tantangan ruang digital yang juga dipenuhi disinformasi dan ujaran kebencian. Ia mengatakan penyebaran informasi di dunia maya kerap membuat sesuatu yang benar sekalipun dapat dipersoalkan.

“Adanya hate speech, ujaran kebencian di dunia maya,” kata Lutfi.

Bagi Lutfi, kondisi tersebut menjadi salah satu konteks penting dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an. MTQ tidak hanya berlangsung di arena perlombaan, tetapi juga beririsan dengan kehidupan masyarakat yang semakin banyak berlangsung di ruang digital.

Dengan berakhirnya MTQ Nasional XXXI, Kalimantan Timur membawa pulang predikat juara umum. Jawa Tengah sebagai tuan rumah berada di posisi kedua, sementara DKI Jakarta melengkapi tiga besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....