LPTQ Maluku Utara Bidik Prestasi MTQ Nasional, Siapkan Regenerasi Qori-Qoriah
- 15 Sep 2026 19:54 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Semarang- Maluku Utara membawa 46 peserta untuk bersaing dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah. Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Maluku Utara optimistis sejumlah cabang lomba dapat memberikan hasil terbaik sekaligus menjadi pijakan untuk membangun generasi qori dan qoriah berprestasi.
Wakil Ketua LPTQ Maluku Utara, Mulyadi Wowor, mengatakan seluruh peserta dalam kondisi siap mengikuti pertandingan. Mereka merupakan putra-putri terbaik daerah yang sebelumnya berhasil menjadi juara pada MTQ tingkat Provinsi Maluku Utara.
“Peserta kita itu berjumlah 46. Mereka adalah putra-putri terbaik Maluku Utara yang kemudian akan memberikan hasil terbaik,” kata Mulyadi dalam dialog interaktif RRI Ternate dari Semarang, Senin, 14 September 2026.
Menurut Mulyadi, LPTQ memiliki target di sejumlah cabang lomba. Meski tidak menyebut peringkat tertentu, LPTQ berharap para peserta mampu tampil maksimal dengan kondisi fisik dan mental yang prima.
Persiapan peserta tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis. LPTQ juga mengantisipasi faktor nonteknis yang dapat mempengaruhi penampilan peserta, terutama kesehatan selama berada di Semarang.

Mulyadi mengatakan kondisi peserta dipantau secara rutin, termasuk pola makan dan waktu istirahat. Ketika ada peserta yang mengalami gangguan kesehatan, panitia melalui liaison officer atau LO langsung menghubungkan peserta dengan tim medis.
“Memang aspek nonteknis ini juga sangat-sangat mempengaruhi,” ujarnya.
Dukungan pemerintah daerah juga menjadi suntikan moral bagi kafilah Maluku Utara. Kehadiran Gubernur Sherly Tjoanda secara langsung di Semarang dinilai memberikan motivasi tambahan bagi peserta.
Mulyadi mengatakan pesan gubernur agar peserta tidak ragu dan tidak malu-malu dalam tampil menjadi dorongan bagi kafilah untuk memberikan kemampuan terbaik.
Selain mengejar prestasi di Semarang, LPTQ Maluku Utara mulai menyiapkan strategi jangka panjang. Pembinaan qori, qoriah, hafizh, dan hafizhah akan diarahkan secara berjenjang melalui LPTQ kabupaten dan kota.
Langkah ini dinilai penting karena pelaksanaan MTQ kini berlangsung setiap tahun. Dengan pola tersebut, pembinaan tidak lagi hanya dilakukan menjelang keberangkatan ke ajang nasional.
“Memang sesuai dengan program kerja LPTQ Maluku Utara, menginginkan ada pembinaan secara berjenjang. Itu mulai dari LPTQ di kabupaten dan kota,” kata Mulyadi.
LPTQ juga berencana memperbanyak kompetisi di tingkat daerah untuk menemukan bibit baru. Kompetisi tersebut tidak hanya menyasar cabang tilawah dan hafalan, tetapi juga cabang yang berkembang, seperti kaligrafi digital.
Mulyadi mengatakan lomba-lomba di daerah dapat menjadi ruang seleksi sekaligus pembinaan sebelum peserta dipersiapkan ke tingkat provinsi dan nasional.
Strategi itu diharapkan membuat Maluku Utara tidak hanya mengandalkan peserta yang sudah matang, tetapi memiliki regenerasi atlet MTQ yang terus tumbuh.
“Kita ingin mendapatkan qori-qoriah dan peserta-peserta yang lain. Ini mungkin akan semakin masif dibuat lomba-lomba kecil di daerah yang nanti setiap tahun akan terseleksi,” ujarnya.
Bagi LPTQ Maluku Utara lanjut Mulyadi, MTQ Nasional XXXI di Semarang bukan sekadar arena untuk mengejar gelar juara. Ajang ini juga menjadi momentum mengukur kualitas pembinaan sekaligus memetakan kekuatan peserta yang dapat menjadi andalan Maluku Utara pada MTQ nasional berikutnya.
Dengan 46 peserta yang tampil di berbagai cabang, LPTQ berharap Maluku Utara mampu membawa pulang hasil maksimal dari Semarang sekaligus menyiapkan fondasi prestasi untuk kompetisi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....