Pemkot Ternate Dorong Transisi Kendaraan Listrik Dukung Go Green

  • 18 Sep 2026 06:28 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate–Dalam mewujudkan Ternate bebas emisi dan go green, Pemerintah Kota Ternate melalui Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah (Setda) menggelar sosialisasi penyediaan kendaraan listrik roda dua, Rabu 16 September 2026.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly menegaskan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendorong percepatan transisi menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Pemkot Ternate menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dan mendukung program transisi kendaraan listrik tersebut. Program ini menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari sektor pemerintahan hingga pekerja dan pelaku usaha.

Salah satu sasaran utama adalah Aparatur Sipil Negara (ASN). Potensi penggunaan kendaraan listrik dinilai cukup besar, mengingat jumlah ASN di lingkungan Pemkot Ternate mencapai lebih dari 7.000 orang.

Selain ASN, program tersebut juga diarahkan kepada pengemudi ojek online atau om ojek, pelaku usaha mikro, guru, serta tenaga kependidikan.

Untuk memudahkan masyarakat dalam memiliki kendaraan listrik, Pemkot Ternate membuka peluang kolaborasi dengan lembaga pembiayaan melalui skema koperasi.

“Pemerintah daerah siap berkolaborasi dengan lembaga pembiayaan dan menerapkan skema koperasi untuk memudahkan akses kepemilikan kendaraan listrik bagi masyarakat dan tenaga kerja lokal,” ujar Rizal.

Sementara itu, Direktur Utama PT Arka Surya Group, Herry Hadi, menjelaskan program tersebut dirancang untuk meringankan beban ekonomi masyarakat melalui sejumlah fasilitas dan kemudahan.

Di antaranya skema kepemilikan tanpa uang muka atau down payment (DP), bebas biaya perawatan, serta layanan servis dan suku cadang secara gratis selama lima tahun.

Selain itu, penggunaan kendaraan listrik dinilai dapat meningkatkan efisiensi karena pengguna tidak lagi bergantung pada Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tidak perlu mengantre di stasiun pengisian bahan bakar.

“Kami juga memberikan garansi penuh selama lima tahun untuk unit kendaraan, sistem pengisian daya, hingga suku cadang,” kata Herry.

Untuk mendukung operasional kendaraan, perusahaan juga menyiapkan pembangunan infrastruktur Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dengan rasio satu SPBKLU untuk setiap 300 unit kendaraan.

“Pengguna cukup datang ke stasiun dan menukar baterai kosong dengan baterai yang sudah terisi penuh tanpa perlu menunggu proses pengisian daya. Jika ada 6.000 pengguna, kami siapkan sekitar 20 titik SPBKLU,” jelasnya.

Herry menambahkan, baterai cadangan akan tetap tersedia di setiap SPBKLU sehingga kendaraan masih dapat digunakan ketika terjadi pemadaman listrik dari PLN.

Pengadaan kendaraan listrik tersebut dialokasikan hingga 8.000 unit. Pengiriman dilakukan secara bertahap setelah proses verifikasi data bersama pihak perbankan, bank daerah, dan koperasi setempat selesai.

“Pada tahap pertama, kami akan mengirimkan 1.000 unit setelah administrasi dan jaminan rampung. Selanjutnya, pengiriman dilakukan secara bertahap sebanyak 2.000 unit hingga memenuhi kuota target,” ujarnya.

Pihak penyedia juga menyatakan kesiapan untuk menambah pasokan kendaraan apabila permintaan masyarakat melebihi kuota awal yang telah ditetapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....