DLH Ternate Dorong Pengaktifan Bank Sampah Kelurahan

  • 17 Sep 2026 12:26 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate mengupayakan pengaktifan kembali bank sampah di setiap kelurahan sesuai arahan Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman.

Plt Kepala DLH Kota Ternate, Musli Muhammad, mengatakan hampir setiap kelurahan di Kota Ternate telah memiliki bank sampah. Namun, sebagian di antaranya perlu diaktifkan kembali agar dapat berfungsi secara optimal.

Menurut Musli, Wali Kota telah menginstruksikan para camat dan lurah untuk menghidupkan kembali bank sampah dengan menggerakkan berbagai struktur yang ada di kelurahan, termasuk Tim Penggerak PKK.

“Sudah diarahkan melalui instruksi Wali Kota kepada camat dan lurah agar menghidupkan kembali dengan menggerakkan struktur-struktur yang ada di kelurahan, termasuk PKK dan lainnya, untuk mengoptimalkan bank sampah,” kata Musli, Kamis 17 September 2026.

Ia mengatakan, upaya tersebut akan dilakukan di lima kecamatan di wilayah Pulau Ternate serta di pulau terluar yakni Moti, Hiri dan Batang Dua.

Musli berharap keberadaan bank sampah dapat membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Pengelolaan sampah melalui bank sampah, baik sampah dari masyarakat maupun yang dikelola DLH, dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap penanganan persoalan persampahan.

Sementara itu, Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Ternate, Asmal Lahiaro, menegaskan bahwa persoalan persampahan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk masyarakat.

Karena itu, DLH terus mendukung dan mengupayakan realisasi program bank sampah agar ke depan seluruh kelurahan di Kota Ternate memiliki dan mengelola bank sampah secara aktif.

Asmal menjelaskan, dukungan DLH tidak hanya berupa pembentukan bank sampah, tetapi juga melalui sosialisasi, pemantauan perkembangan program, hingga penyediaan sejumlah sarana pendukung.

DLH juga akan melakukan monitoring terhadap proses penimbangan dan hasil pengumpulan sampah yang dilakukan melalui bank sampah di masing-masing kelurahan.

“Apabila ada hasil, kemudian dilakukan penimbangan, itu tetap kami monitor dan pantau sebagai dinas yang menangani persoalan persampahan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....