Universitas Nuku Gelar Dialog Internasional Indonesia-Afrika Selatan
- 16 Sep 2026 08:22 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID,Tidore - Universitas Nuku, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, akan menggelar Dialog Internasional Afrika Selatan-Indonesia pada 25 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-25 Universitas Nuku.
Rektor Universitas Nuku Idris Sudin mengatakan, dialog internasional tersebut tidak hanya menjadi bagian dari seremoni tahunan, tetapi juga diarahkan sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat.
"Kegiatan ini tidak hanya sebagai seremoni tahunan, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi kampus kepada masyarakat," kata Idris kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin 14 September 2026.
Menurut dia, pelaksanaan dialog internasional tersebut merupakan bagian dari upaya Universitas Nuku mewujudkan konsep kampus berdampak. Melalui kegiatan akademik, kampus diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional.
Ketua Komite kegiatan Abdul Kader Ali mengatakan, Dialog Internasional Afrika Selatan-Indonesia merupakan kolaborasi Universitas Nuku dengan Yayasan Negeri Rempah Jakarta melalui program International Forum Spaceroute yang bekerja sama dengan URSSAS Nuku.
"Dua kegiatan ini kami integrasikan dalam satu forum dialog sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-25 Universitas Nuku," ujar Abdul Kader.
Forum tersebut akan menghadirkan enam pembicara, masing-masing tiga dari Indonesia dan tiga dari Afrika Selatan. Para pembicara berasal dari kalangan akademisi, sejarawan, antropolog, serta keluarga Tuan Guru.
Dari Indonesia, pembicara yang dijadwalkan hadir antara lain antropolog Universitas Khairun Yanwar Syukur, sejarawan Dr Nani Jafar, serta Amin Faruq yang merupakan bagian dari keluarga Tuan Guru di Tidore.
Sementara dari Afrika Selatan, pembicara yang dijadwalkan hadir yakni Shafiq Morton, Prof Muhammad Harun, serta Syekh Muttakin Rakib yang juga berasal dari unsur keluarga Tuan Guru di Afrika Selatan.
Abdul Kader menyebutkan, persiapan kegiatan saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Panitia masih melakukan komunikasi dan konsolidasi dengan para pembicara dari Indonesia dan Afrika Selatan.
"Persiapannya sudah hampir 80 persen. Tinggal komunikasi dan konsolidasi dengan pembicara dari Afrika Selatan dan Indonesia. Semuanya sudah siap," katanya.
Ia menjelaskan, terdapat tiga target utama yang ingin dicapai melalui forum tersebut. Pertama, menghasilkan naskah akademik untuk mendukung pengusulan Tuan Guru sebagai Pahlawan Nasional.
Kedua, hasil dialog akan ditindaklanjuti melalui kegiatan dengan skala yang lebih besar dalam bentuk seminar internasional.
Ketiga, membangun kerja sama antara Universitas Nuku, Yayasan Negeri Rempah, dan pihak dari Afrika Selatan, khususnya dalam bidang penelitian kolaboratif, ekonomi, kebudayaan, dan pendidikan.
"Harapannya ada penelitian kolaborasi, kerja sama dalam bidang ekonomi, kebudayaan, dan pendidikan," ujar Abdul Kader.
Selain Dialog Internasional Afrika Selatan-Indonesia, rangkaian Dies Natalis ke-25 Universitas Nuku juga akan diisi Dialog Nuku Kampus dengan tema "Universitas Nuku dan Masa Depan Inovasi Kepulauan".
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi Universitas Nuku untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat sekaligus membangun jejaring kerja sama di tingkat nasional dan internasional.(*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....