BEM FT Universitas Khairun Gelar Expo Teknik di Benteng Oranje

  • 16 Jul 2026 18:04 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate menggelar kegiatan bertajuk "Expo Teknik" di kawasan Cagar Budaya Benteng Oranje, Kota Ternate. Kegiatan yang memadukan pameran ilmiah, ekonomi, dan seni budaya ini dijadwalkan berlangsung mulai Kamis malam hingga Sabtu, 18 Juli 2026.

Kegiaran Expo Teknik ini mencakup berbagai rangkaian kegiatan keperempuanan serta pameran dari tujuh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di bawah Fakultas Teknik, yaitu Arsitektur, Mesin, Elektro, Tambang, Sipil, Industri, dan Informatika.

Bendahara Panitia Expo Teknik, Feny, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini telah melewati serangkaian proses perizinan yang matang. Panitia telah berkoordinasi dan menyurat ke berbagai instansi terkait, mulai dari Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara, Dinas Kebudayaan Kota Ternate, pihak TNI, hingga masyarakat sekitar.

"Untuk perizinan, kami menyurat ke Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara dan Dinas Kebudayaan Kota Ternate. Kami juga mengurus izin keramaian dari TNI serta izin dari warga sekitar lokasi, termasuk dukungan penuh dari pihak PLN, sehingga tidak mengganggu pasokan listrik bagi kafe-kafe di sekitar benteng." ujar Feny saat ditemui di lokasi persiapan acara.

Ia memabahkan, acara ini gratis dan terbuka untuk umum dengan herapan kegiatan ini dapat mengenalkan Fakultas Teknik kepada masyarakat luas, khususnya anak-anak SMA yang ingin melanjutkan kuliah agar mereka tertarik dan tahu apa saja yang ada di Teknik.

Sementara itu, Sekretaris Pengelola Benteng Oranje dari Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Rinto Taib, menyatakan bahwa pihak pemerintah kota sangat mendukung pemanfaatan benteng untuk kegiatan publik, akademis, dan kebudayaan, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

"Benteng Oranje ini merupakan situs cagar budaya dengan peringkat nasional yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan Kota Ternate melalui Bidang Cagar Budaya dan Museum. Kebijakan pemanfaatan benteng bagi publik dan gelaran event bersifat fleksibel, tidak ada pungutan biaya, namun tetap terkontrol melalui prosedur surat resmi," kata Rinto.

Rinto menegaskan bahwa setiap izin yang dikeluarkan langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan selalu mempertimbangkan urgensitas dan batasan waktu agar tidak berdampak negatif pada lingkungan sekitar. Ia juga mengingatkan agar setiap penyelenggara acara mematuhi poin-poin penting dalam surat izin, terutama terkait komitmen menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan kawasan.

"Kami berharap ruang pusaka dan ruang publik ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk keseimbangan intelektual, pengembangan seni budaya, dan pemajuan kebudayaan. Namun secara teknis, kepedulian untuk selalu mengutamakan pelestarian kawasan sejarah Benteng Oranje ini harus tetap menjadi yang utama," ucap Rinto. (Mahasiswa PPL IAIN Ternate / Herlina & Hikmah).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....