Sabun Jelantah Naik Kelas, Ibu PKK Gamalama Belajar Kemas dan Pasarkan Produk

  • 14 Sep 2026 09:35 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate – Minyak goreng bekas yang selama ini dianggap sebagai limbah mulai dimanfaatkan menjadi peluang usaha oleh PKK Kelurahan Gamalama, Kota Ternate. Setelah mendapatkan pelatihan mengolah minyak jelantah menjadi sabun, mereka kembali mendapat pendampingan mengenai pengemasan dan pemasaran produk agar lebih menarik dan memiliki nilai jual.

Pendampingan tersebut dilakukan Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Khairun melalui program SIBUN dalam kegiatan edukasi pengemasan dan pemasaran produk yang digelar pada 26 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diberikan pemahaman bahwa kualitas produk perlu didukung dengan kemasan yang menarik serta strategi pemasaran yang tepat. Tim SIBUN memberikan edukasi mengenai cara mengemas sabun agar lebih layak dipasarkan, sekaligus pengetahuan dasar untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen.

Sekretaris Kelurahan Gamalama, Zainuddin, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk bernilai jual dapat memadukan kepedulian terhadap lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kegiatan ini memberikan dampak positif karena masyarakat tidak hanya diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan kesehatan, tetapi juga memperoleh keterampilan dalam memanfaatkan minyak jelantah menjadi produk yang memiliki nilai jual. Kami berharap potensi ini dapat terus dikembangkan oleh Ibu PKK” ujar Zainuddin.

Kesan positif juga disampaikan Ruspiyati, peserta kegiatan sekaligus Sekretaris PKK Kecamatan Ternate Tengah. Ia menilai pengetahuan mengenai pengemasan dan pemasaran melengkapi keterampilan yang sebelumnya telah diperoleh dalam pembuatan sabun.

“Kami senang karena mendapatkan keterampilan baru. Tidak hanya belajar membuat sabun, kami juga belajar bagaimana mengemas dan memasarkannya. Pengetahuan ini dapat menjadi bekal bagi ibu-ibu dan mudah-mudahan nantinya bisa dikembangkan menjadi peluang usaha” ungkap Ruspiyati.

Ketua Tim SIBUN, Nagita Dealofa Lette, mengatakan pendampingan tersebut diharapkan dapat mendorong Ibu PKK Kelurahan Gamalama untuk melanjutkan pembuatan, pengemasan, dan pemasaran sabun secara mandiri.

“Kami berharap Ibu PKK dapat terus melanjutkan pembuatan, pengemasan, dan pemasaran sabun secara mandiri sehingga keterampilan yang telah diperoleh tetap memberikan manfaat dan dapat berkembang menjadi peluang usaha” ujar Nagita.

Bersama dua anggota timnya, Asmiranda Ikbal dan Salsabilah Khoirul, Nagita menjalankan kegiatan tersebut dengan Ibu PKK Kelurahan Gamalama sebagai mitra utama. Minyak jelantah yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dan mencemari lingkungan kini diolah menjadi sabun aromaterapi berbahan rempah yang dibuat oleh Ibu PKK Kelurahan Gamalama.

Edukasi pengemasan dan pemasaran diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan produk tersebut secara lebih mandiri, sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....