Warga Desa Gufasa Olah Sampah Plastik dan Minyak Jelantah Jadi Rupiah

  • 27 Agt 2026 14:37 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Jailolo - Warga Desa Gufasa, Kecamatan Jailolo, kini mulai mengolah sampah plastik dan minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti kerajinan tangan, paving block, hingga sabun ramah lingkungan. Perubahan ini muncul setelah sekelompok dosen Program Studi S1 Farmasi Universitas Khairun bersama mahasiswa Himpunan Mahasiswa Farmasi menggelar pelatihan pengelolaan limbah di desa tersebut.

Kegiatan ini masuk dalam skema pemberdayaan masyarakat yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2026. Program bernama Sibela atau Sistem Berkelanjutan Pengolahan Limbah ini menyasar kelompok Dasawisma, khususnya ibu-ibu rumah tangga di Desa Gufasa.

Mereka dilatih memilah sampah plastik dan organik, lalu mengolah plastik menjadi kerajinan seperti gantungan kunci. Sebagian sampah plastik lainnya dicacah, dicampur minyak jelantah, dipanaskan, kemudian dicetak menjadi paving block eco-brick menggunakan alat kempa.

Teknologi ini sebelumnya sudah diterapkan Universitas Khairun di Kota Tidore Kepulauan dan meraih peringkat tiga kategori teknologi dan inovasi terbaik pada 2025. Selain plastik, minyak jelantah dari rumah tangga dan usaha makanan kecil juga diolah menjadi sabun ramah lingkungan, dengan pendampingan langsung dari mahasiswa Farmasi Universitas Khairun.

Kepala Desa Gufasa, M. Dahri Is Takome, menilai program ini menjawab persoalan yang selama ini dihadapi warganya. "Kegiatan ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus bisa memberdayakan warga dan memberi dampak positif bagi lingkungan dan ekonomi," katanya.

Salah seorang warga, Sitti, mengaku pelatihan ini mengubah cara pandangnya terhadap sampah rumah tangga. "Selama ini minyak jelantah dan plastik hanya kami buang. Sekarang kami tahu ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang berguna," ujarnya.

Program ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, kelompok Dasawisma, nelayan, pemuda, hingga akademisi. Ke depan, warga Desa Gufasa diharapkan bisa melanjutkan pengelolaan limbah ini secara mandiri, sekaligus membuka peluang usaha kecil baru dari sampah plastik dan minyak jelantah yang selama ini terbuang percuma.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....