AWAS! Modus Penipuan Catut Nama Pamen Polda Sasar Pengusaha di Maluku Utara
- 10 Sep 2026 14:09 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Modus penipuan melalui WhatsApp kembali mencatut nama pejabat Polda Maluku Utara untuk meminta sejumlah uang. Pelaku mengaku sebagai Kompol Haris Akhmad Basuki dan menghubungi sejumlah pihak dengan memanfaatkan momentum promosi jabatan.
Kompol Haris sebelumnya menjabat Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Maluku Utara. Kini, ia mendapat promosi jabatan dari Ditreskrimum menuju Ditreskrimsus Polda Maluku Utara.
Perubahan jabatan tersebut diduga dimanfaatkan oknum tidak dikenal untuk meyakinkan pihak tertentu melalui komunikasi menggunakan WhatsApp. Pelaku kemudian meminta sejumlah uang kepada pihak yang dihubunginya dengan mengatasnamakan Kompol Haris.
Kompol Haris saat dikonfirmasi RRI, Kamis 10 September 2026, tegas membantah keterlibatan dalam komunikasi tersebut. Ia menegaskan tidak pernah meminta materi, uang, barang, atau keuntungan kepada pihak manapun.
Menurut Haris, pelaku memanfaatkan perpindahan jabatannya dengan mengaku sebagai dirinya melalui aplikasi WhatsApp. "Modusnya menghubungi pihak-pihak tertentu melalui WhatsApp dan meminta sesuatu yang bersifat materi," kata Haris.
Haris menegaskan dirinya hanya menggunakan satu nomor telepon seluler untuk kepentingan kedinasan. Nomor tersebut juga digunakan untuk berkomunikasi dengan pihak terkait selama menjalankan tugas.
Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung mempercayai pesan yang mengatasnamakan dirinya. Terutama jika komunikasi tersebut disertai permintaan uang, barang, atau materi lainnya.
"Saya tidak pernah melakukan hal-hal seperti itu," kata Haris saat memberikan klarifikasi kepada masyarakat. Ia mengimbau pihak yang menerima komunikasi mencurigakan agar mengabaikan permintaan tersebut.
Haris juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai komunikasi yang mengatasnamakan dirinya. "Sejauh kami belum menerima adanya korban dari penipuan yang mencatut nama saya," ucapnya.
Meski belum ada korban, Haris memastikan dugaan pencatutan identitas tersebut tetap mendapat tindak lanjut internal. Penyelidikan awal telah dilakukan untuk mengetahui pihak yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
"Hal-hal yang bisa kami lakukan dalam tindak lanjut ini akan kami lakukan secara internal," ujarnya. Ia menyebut penyelidikan awal sudah dilakukan sebagai bagian dari tindak lanjut.
Haris berharap masyarakat tidak mudah percaya terhadap komunikasi media sosial yang mengatasnamakan pejabat kepolisian. Setiap permintaan mencurigakan sebaiknya dikonfirmasi melalui jalur resmi sebelum dipenuhi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....