Dikbud Malut Gandeng Unkhair, 32 Mahasiswa Diterjunkan Magang Berdampak
- 30 Agt 2026 17:44 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara menggandeng Program Studi Informatika Fakultas Teknik Universitas Khairun (Unkhair) untuk memperkuat pembelajaran coding, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta pemanfaatan papan interaktif digital di satuan pendidikan.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Program Magang Berdampak Program Studi Informatika Unkhair Tahun Akademik 2026/2027. Sebanyak 32 mahasiswa akan ditempatkan di 19 sekolah di bawah lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara selama empat bulan, penarikan dilakukan awal Desember 2026.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Sofyan, yang melepas para peserta Magang Berdampak di Aula SMK Negeri 1 Kota Ternate, Jumat, 28 Agustus 2026.
Sofyan mengatakan, program magang tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa. Kehadiran mahasiswa Informatika di sekolah diharapkan ikut memperkuat kapasitas pembelajaran berbasis teknologi.
“Jadi realisasinya dalam bentuk kegiatan Magang Berdampak. Ini dilakukan kurang lebih di 19 sekolah dengan 32 mahasiswa,” kata Sofyan saat dihubungi rri.co.id, di Ternate, Minggu 30 Agustus 2026.

Menurut dia, mahasiswa akan diarahkan untuk mendukung pembelajaran coding, kecerdasan buatan, sekaligus mendampingi guru dan sekolah dalam mengoptimalkan penggunaan papan interaktif digital.
Program tersebut, kata Sofyan, penting karena pemanfaatan perangkat pembelajaran digital di sejumlah sekolah belum sepenuhnya optimal.
“Kan banyak yang belum mengoptimalkan dalam proses pembelajaran. Makanya kehadiran teman-teman mahasiswa Unkhair ini diharapkan juga bisa mendampingi untuk optimalisasi pemanfaatan papan interaktif digital itu,” ujarnya.
Sebelum diterjunkan ke sekolah, para mahasiswa telah mengikuti pembekalan dan orientasi. Materi pembekalan antara lain berkaitan dengan bahan ajar coding dan AI yang akan diterapkan di satuan pendidikan, serta pendampingan penggunaan papan interaktif digital dalam proses belajar-mengajar.
Sofyan mengatakan program tersebut juga memberikan manfaat akademik bagi mahasiswa. Pelaksanaan magang akan dikonversi menjadi 20 satuan kredit semester atau SKS mata kuliah.
“Jadi semua ada 32 peserta. Kegiatan ini nanti akan mengonversi mereka ke dalam 20 SKS mata kuliah,” katanya.
Sofyan berharap kerja sama antara pemerintah daerah dan Unkhair tidak berhenti pada program magang. Menurut dia, kolaborasi tersebut dapat dikembangkan untuk memperkuat model pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics atau STEM di Maluku Utara.
“Harapannya nanti ke depan kerja sama ini lebih ditingkatkan untuk dapat meningkatkan pembelajaran yang berbasis STEM. Jadi pemanfaatan ini dengan pembelajaran yang berbasis Sains, Technology, Engineering, and Mathematics, STEM itu,” ujar Sofyan.
Program Magang Berdampak tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa Informatika untuk menerapkan kompetensi teknologi di lingkungan sekolah. Di sisi lain, sekolah mendapat pendampingan untuk memperluas penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran.
Sofyan berharap pola kolaborasi tersebut dapat memperkuat transformasi pembelajaran di sekolah, terutama dalam menghadapi kebutuhan kompetensi digital dan teknologi yang semakin berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....