Sherly Tjoanda dan Upaya Membuat Nelayan Malut Kembali Melaut

  • 28 Agt 2026 21:49 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda kembali menyerahkan bantuan mesin kapal kepada nelayan. Sebanyak 18 unit mesin KUR diserahkan kepada nelayan dari sejumlah kabupaten dan kota di Maluku Utara di UPT Balai Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Utara, Ternate, Jumat, 28 Agustus 2026.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari 438 unit mesin KUR yang disalurkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara kepada nelayan. Sebanyak 18 unit menjadi bagian terakhir yang diserahkan dalam tahap ini.

Sebanyak enam unit mesin diberikan kepada nelayan di Halmahera Utara, dua unit untuk Halmahera Selatan, empat unit untuk Tidore Kepulauan, satu unit untuk Kota Ternate, dan lima unit untuk Halmahera Barat.

Penyerahan bantuan dilakukan di lingkungan UPT Balai DKP yang jauh dari suasana seremoni besar. Tempat itu relatif kecil dan sederhana. Sejumlah kardus berisi mesin bantuan masih terlihat menumpuk di ruangan tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Utara, Kadri Laetje, mengatakan kesederhanaan tempat penyerahan tidak mengurangi arti bantuan bagi nelayan. Menurut dia, yang terpenting adalah bantuan segera diterima dan dapat digunakan untuk mendukung aktivitas melaut.

“Tempat ini sangat sederhana, jauh dari acara seremoni. Tetapi karena cinta kepada nelayan, yang penting bantuan cepat sampai agar nelayan bisa segera melaut menangkap ikan dan meningkatkan kesejahteraan,” ujar Kadri.

Menurut Kadri, kehadiran Sherly bersama Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe di lokasi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak harus menunggu seremoni mewah untuk bertemu dan memberikan bantuan kepada masyarakat.

Ia menilai Sherly dan Sarbin tidak canggung berada di tempat yang sempit dan sederhana, termasuk ketika harus berdiri bersama para nelayan penerima bantuan.

“Gubernur dan wakil gubernur tidak butuh tempat mewah untuk hadir memberikan bantuan. Buktinya, beliau hadir di tempat sederhana seperti ini demi nelayan kecil,” ujar Kadri.

Bagi Kadri, kehadiran langsung kepala daerah di tengah nelayan memiliki arti tersendiri. Nelayan yang selama ini bekerja dalam kondisi sederhana, kata dia, membutuhkan kehadiran pemerintah bukan hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi juga perhatian secara langsung.

“Capek mereka hilang karena hadirnya gubernur yang sederhana, mau datang di tempat yang sederhana dan berdiri sama nelayan dari kampung,” kata Kadri.

Penyerahan 18 mesin tersebut sekaligus menandai kelanjutan program pemerintah daerah dalam mendukung nelayan kecil melalui bantuan sarana produksi. Pemerintah berharap mesin tersebut dapat meningkatkan kemampuan nelayan untuk melaut, menangkap ikan, dan memperkuat pendapatan keluarga mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....