Kadri Laetje Ubah Kantor DKP Malut Jadi “Zona Inggris”
- 28 Agt 2026 18:04 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Sofifi - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara mulai mendorong bahasa Inggris menjadi bagian dari budaya kerja aparatur sipil negara. Sebanyak sekitar 146 ASN di lingkungan DKP diminta aktif menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari di kantor.
Pelaksana Tugas Kepala DKP Maluku Utara Kadri Laetje mengatakan kebijakan tersebut diperlukan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, terutama karena sektor kelautan dan perikanan berhadapan langsung dengan komoditas serta pasar global.
Menurut Kadri, ASN yang telah menguasai bahasa Inggris diminta meningkatkan kemampuannya. Sementara mereka yang belum menguasainya didorong belajar melalui berbagai aplikasi pembelajaran bahasa dan segera mempraktikkannya di lingkungan kerja.
“Kita tidak usah malu dan tidak usah takut salah. Lakoni segera bahasa asing itu antarsesama ASN di DKP,” kata Kadri kepada rri.co.id, di Ternate, Jumat 28 Agustus 2026.
Untuk membiasakan penggunaan bahasa Inggris, DKP Maluku Utara menerapkan aturan baru dalam pelaksanaan apel pagi dan apel sore. Setiap ASN, mulai dari sekretaris, kepala bidang, kepala subbagian hingga staf, mendapat giliran menjadi pembina apel dengan menggunakan bahasa Inggris.
Komunikasi di dalam grup DKP juga didorong menggunakan bahasa Inggris, baik dalam percakapan lisan maupun pesan melalui WhatsApp.
Kadri menargetkan dalam enam bulan ke depan ASN DKP Maluku Utara mampu berkomunikasi aktif menggunakan bahasa Inggris. Ia menilai kemampuan tersebut penting karena empat bidang di lingkungan DKP membutuhkan kompetensi bahasa Inggris dalam menjalankan tugasnya.
Ia mengatakan pembiasaan bahasa Inggris juga menjadi bekal bagi ASN yang mengikuti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Dalam sejumlah forum seperti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (PIM) II, kata dia, peserta akan berhadapan dengan ruang-ruang diskusi yang menggunakan bahasa Inggris.
Penguasaan bahasa Inggris, menurut Kadri, juga akan membantu ASN beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Kalau bahasa Inggrisnya mumpuni, ASN DKP akan lebih mampu menerapkan AI,” ujarnya.
Kadri menekankan peningkatan kompetensi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia birokrasi yang lebih adaptif terhadap perubahan.
Ia menyebut karakter pekerjaan di DKP berbeda dengan birokrasi administratif pada umumnya. Lingkup kerja DKP, kata dia, bersifat teknokratik dan sebagian pekerjaannya memiliki karakter semi-akademik.
“Intinya, SDM birokrasi harus mumpuni. Ruang lingkup DKP itu teknokrat dan kerjanya semi-akademik,” kata Kadri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....