Wali Kota Ternate Dorong Kota Pusaka Jadi Penggerak Ekonomi

  • 28 Agt 2026 10:16 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate–Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menegaskan pengelolaan kota pusaka tidak boleh berhenti pada upaya menjaga peninggalan sejarah. Pengelolaan tersebut harus mampu menghidupkan nilai-nilai pusaka sebagai bagian dari pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Tauhid dalam pelaksanaan Rakernas XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang membahas penyusunan kebijakan dan penguatan kolaborasi dalam pelestarian kota pusaka berlangsung di Hotel Sahid Bela Ternate, Jumat, 28 Agustus 2026.

Menurut Tauhid, Rakernas JKPI menjadi ruang strategis untuk menyatukan gagasan, pengalaman, sekaligus komitmen antardaerah dalam menjaga, mengembangkan, dan memanfaatkan pusaka sebagai bagian dari pembangunan kota.

Ia mengatakan, pusaka tidak hanya berkaitan dengan bangunan, situs, maupun benda bersejarah. Lebih dari itu, pusaka juga hidup dalam tradisi, bahasa, kesenian, kuliner, pengetahuan lokal, lanskap, serta berbagai nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Pelestarian pusaka bukan semata-mata menjaga peninggalan masa lalu, tetapi menjaga identitas sekaligus menyiapkan masa depan kota,” kata Tauhid.

Ia menekankan, kota pusaka harus tetap menjadi kota yang hidup. Karena itu, pelestarian pusaka harus berjalan seiring dengan pembangunan agar keberadaan kawasan pusaka dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Manfaat tersebut, kata dia, dapat diwujudkan melalui sektor pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, pengembangan UMKM, penyediaan ruang publik, hingga penguatan ekonomi lokal.

Sementara itu, Ketua Presidium Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), Wawan Harmawan, mengatakan Ternate bukan sekadar sebuah pulau, tetapi juga simbol penting dalam sejarah peradaban dunia.

Menurutnya, dari Ternate, rempah-rempah, khususnya cengkih, telah menghubungkan Nusantara dengan berbagai bangsa di dunia.

“Jejak sejarah tersebut masih bisa kita lihat melalui benteng, Kedaton Ternate, berbagai tradisi, dan kuliner. Karena itu, Ternate Episentrum Rempah Dunia bukan sekadar kekayaan masa lalu, tetapi warisan untuk masa depan, sumber pengetahuan, penguatan identitas daerah, sekaligus penggerak ekonomi,” katanya.

Wawan yang juga Wakil Wali Kota Yogyakarta itu menegaskan, Rakernas JKPI harus menghasilkan langkah-langkah nyata untuk memperkuat kolaborasi antarkota dan antarkabupaten pusaka.

Sebab, menurut dia, tidak ada satu daerah pun yang menghadapi tantangan pelestarian pusaka sendirian. JKPI hadir sebagai ruang untuk saling belajar dan berbagi pengalaman antardaerah.

“Selain itu, dalam pelestarian dan pembangunan cagar budaya, setiap kota pusaka harus mampu melakukan pemetaan risiko, pengamanan kebakaran, dokumentasi digital, serta membangun koordinasi yang kuat antara Dinas Kebudayaan, BPBD hingga komunitas,” ujar Wawan, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....