Karnaval Budaya JKPI, Sejumlah Jalan Ternate Direkayasa
- 24 Agt 2026 13:48 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate–Rangkaian pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Kota Ternate akan berdampak pada aktivitas masyarakat. Sejumlah ruas jalan akan ditutup sementara dan dilakukan rekayasa lalu lintas, terutama saat pelaksanaan karnaval budaya yang melibatkan ribuan peserta.
Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly yang juga merupakan anggota Panitia JKPI, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi terganggunya aktivitas selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“JKPI dimulai pada 26 hingga 30 Agustus. Kemudian, pada 29 Agustus akan digelar karnaval yang menggunakan badan jalan raya mulai dari belakang Benteng Oranje hingga depan Kedaton Kesultanan,” kata Thamrin, Senin 24 Agustus 2026.
| Baca juga: Persiapan Rakernas JKPI 2026 Capai 90 Persen |
Ia menjelaskan, karnaval tersebut akan melibatkan ribuan peserta, baik dari anggota JKPI maupun sebanyak 1.300 pelajar SD dan SMP di Kota Ternate akan terlibat dalam penampilan Tarian Soya-Soya dan rangkaian karnaval budaya.
Thamrin mengimbau masyarakat di wilayah yang terdampak agar menyesuaikan aktivitas selama kegiatan berlangsung. Wilayah tersebut meliputi Kelurahan Gamalama, Santiong, Makassar Timur, Makassar Barat hingga Salero.
“Atas nama panitia, kami memohon maaf apabila kegiatan ini mengganggu aktivitas masyarakat. Nantinya akan dilakukan rekayasa lalu lintas. Untuk teknisnya akan ditangani Dinas Perhubungan bersama Polres Ternate,” ujarnya.
Menurutnya, panitia juga akan berkoordinasi dengan para lurah di wilayah terdampak untuk membantu sosialisasikan rekayasa lalu lintas kepada masyarakat.
Thamrin mengakui pelaksanaan kegiatan tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap ekonomi masyarakat. Namun, potensi gangguan karena jalan raya digunakan maka perlu koordinasi antarpihak.
“Selain agenda rapat kerja, panitia juga menyiapkan sejumlah kegiatan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan Ternate sebagai kota pusaka dan salah satu episentrum sejarah rempah dunia,” kata Thamrin, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....