Dari Maluku Utara ke Jakarta, UMKM Binaan BI Unjuk Produk di KKI 2026
- 22 Agt 2026 09:44 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Jakarta – Hampir 194 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Maluku Utara menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi daerah. Potensi tersebut terus didorong Bank Indonesia agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing.
Penguatan UMKM Maluku Utara itu salah satunya ditunjukkan melalui partisipasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Maluku Utara dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta, 20 hingga 23 Agustus 2026. Dua UMKM wastra binaan, Putadino Kayangan dan Rapidino, lolos untuk mengikuti showcasing sekaligus menjual produknya secara langsung dalam ajang tersebut.
Selain dua UMKM wastra, Cokelat Sulamina turut meramaikan outlet makanan dan minuman olahan pada KKI 2026. Sementara itu, sebanyak 11 UMKM binaan KPwBI Maluku Utara lainnya ikut memamerkan produk unggulan melalui kanal daring.
KKI 2026 yang berlangsung di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC) mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat kapasitas usaha, akses pembiayaan, digitalisasi, hingga memperluas pasar produk UMKM.
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan penguatan UMKM ke depan harus berorientasi pada tiga hal utama, yakni bangkit, tangguh, dan berdaya saing. Menurutnya, semangat bangkit diperlukan untuk mendorong pemulihan UMKM yang menghadapi tekanan ekonomi maupun dampak bencana alam.
Sementara ketangguhan, kata Destry, dibangun melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan yang berkelanjutan. Adapun daya saing diperkuat melalui inovasi produk serta perluasan akses pasar, baik domestik maupun ekspor.
Secara nasional, UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian dengan jumlah pelaku mencapai sekitar 64 juta unit usaha. Sektor ini juga disebut menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja dan memberikan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB nasional.
Di Maluku Utara, hampir 194 ribu UMKM tersebar di seluruh kabupaten dan kota dengan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja mencapai lebih dari 41 persen. Kondisi tersebut membuat pengembangan UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di daerah.
Untuk memperkuat sektor tersebut, KPwBI Maluku Utara menjalankan tiga strategi utama, yakni pengembangan ekonomi inklusif yang terintegrasi dan berdaya saing, penguatan pembiayaan inklusif serta keuangan berkelanjutan, dan perluasan literasi serta sinergi ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan.
Strategi itu diwujudkan melalui penguatan kapasitas dan skala usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta percepatan digitalisasi UMKM. Upaya tersebut diharapkan membuat produk lokal Maluku Utara semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Sementara KKI 2026 diikuti lebih dari 550 UMKM dalam pameran luring di JICC dan lebih dari 1.300 UMKM melalui pameran daring. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.
Selama empat hari pelaksanaan, KKI 2026 menghadirkan 44 rangkaian kegiatan, mulai dari talkshow ekonomi dan keuangan inklusif, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan dan ekspor, hingga showcase UMKM unggulan. Produk yang ditampilkan juga beragam, mulai dari wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga produk desa wisata.
Bank Indonesia mengajak masyarakat untuk terus mencintai dan bangga menggunakan produk UMKM Indonesia. Dukungan masyarakat dinilai penting agar UMKM, termasuk dari Maluku Utara, mampu bangkit, semakin tangguh, dan berdaya saing hingga menembus pasar nasional maupun internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....