TPT Maluku Utara Turun, tapi Lulusan SMK Paling Banyak Menganggur
- 21 Agt 2026 16:30 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Maluku Utara pada Mei 2026 turun menjadi 4,40 persen. Meski secara umum angka pengangguran menurun, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) justru masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi, mencapai 15,08 persen.
Data tersebut disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara dalam publikasi Sakernas Mei 2026 yang disampaikan Plt. Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Harim Arrosid. "TPT Mei 2026 turun 0,06 persen poin dibandingkan Februari 2026 yang berada di angka 4,46 persen," kata Harim, ditulis Jumat, 21 Agustus 2026.
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah angkatan kerja di Maluku Utara pada Mei 2026 mencapai 705.147 orang. Jumlah ini meningkat 7.242 orang dibandingkan Februari 2026 yang sebanyak 697.905 orang.
Peningkatan juga terjadi pada jumlah penduduk yang bekerja. Pada Mei 2026, tercatat sebanyak 674.149 orang bekerja, atau bertambah 7.336 orang dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 666.813 orang.
Kondisi tersebut turut mendorong peningkatan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Pada Mei 2026, TPAK tercatat 68,72 persen, naik 0,44 persen poin dibandingkan Februari 2026 yang berada pada angka 68,28 persen.
Namun, penurunan pengangguran belum terjadi secara merata antara laki-laki dan perempuan. TPT laki-laki pada Mei 2026 tercatat 4,05 persen, lebih rendah dibandingkan TPT perempuan yang mencapai 4,97 persen.
Dibandingkan Februari 2026, TPT laki-laki turun 0,28 persen poin. Sebaliknya, TPT perempuan justru meningkat 0,32 persen poin. "Kondisi ini menunjukkan masih adanya perbedaan penyerapan tenaga kerja antara laki-laki dan perempuan di Maluku Utara," ujar Harim.
Jika dilihat berdasarkan wilayah tempat tinggal, tingkat pengangguran di perkotaan masih lebih tinggi dibandingkan perdesaan. TPT perkotaan pada Mei 2026 mencapai 5,93 persen, sedangkan TPT perdesaan berada di angka 3,58 persen.
Dibandingkan Februari 2026, TPT perkotaan mengalami peningkatan 0,23 persen poin. Sementara itu, TPT di wilayah perdesaan justru mengalami penurunan sebesar 0,23 persen poin.
Persoalan paling mencolok terlihat dari tingkat pendidikan. Lulusan SMK mencatat TPT tertinggi pada Mei 2026, yakni mencapai 15,08 persen. "Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan lulusan pada jenjang pendidikan lainnya," ucap Harim.
Sebaliknya, TPT terendah tercatat pada lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP), yakni sebesar 2,47 persen. BPS mencatat pola TPT berdasarkan tingkat pendidikan tersebut relatif sama selama periode November 2025 hingga Mei 2026.
Dari sisi distribusi pengangguran berdasarkan pendidikan terakhir, lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi kelompok yang paling dominan. Pada Mei 2026, lulusan SMA menyumbang 41,38 persen dari total pengangguran.
Sementara itu, distribusi pengangguran terendah berasal dari lulusan Diploma I/II/III, yakni sebesar 1,84 persen. Data Sakernas Mei 2026 ini menunjukkan bahwa meski angka pengangguran Maluku Utara menurun, tantangan penyerapan tenaga kerja, khususnya lulusan SMK, masih menjadi pekerjaan besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....