Tak Lama Lagi Terang, Desa Aruku Halbar Disiapkan PLTS Berkapasitas 158 kWp

  • 20 Agt 2026 17:00 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Jailolo - Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai menggeber rencana elektrifikasi Desa Aruku, Kecamatan Loloda Tengah, Kabupaten Halmahera Barat. Sebuah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 158 kilowatt peak (kWp) direncanakan dibangun untuk membuka akses listrik bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Rencana itu menjadi pokok koordinasi antara Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Maluku Utara bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat dan PT PLN. Plt. Kepala Dinas ESDM Maluku Utara, Abdul Karim Usman, memimpin koordinasi tersebut dengan Kepala UP3 Sofifi Ilham dan Manager Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (MUP2K) Maluku Utara, Adnan Anwar.

Mereka diterima langsung Bupati Halmahera Barat James Uang di kediamannya, Kamis 20 Agustus 2026.

Abdul Karim Usman mengatakan, pembahasan tidak sekadar menyangkut pembangunan pembangkit. Pemerintah provinsinya juga mengoordinasikan kesiapan lahan serta rencana pembangunan jaringan kelistrikan yang akan menghubungkan PLTS dengan masyarakat Desa Aruku.

Bagi pemerintah, kata Abdul Karim, tahap ini menjadi penting karena keberhasilan program listrik perdesaan tidak hanya ditentukan oleh tersedianya pembangkit, tetapi juga kesiapan lahan, jaringan, serta dukungan pemerintah daerah dan PLN.

“Pentingnya sinergi antarlembaga agar pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat,”kata Plt. Kadis ESDM, kepada rri.co.id.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat pun menyatakan dukungan terhadap percepatan program tersebut. Kehadiran listrik di Desa Aruku diharapkan tidak berhenti pada persoalan penerangan rumah warga, tetapi ikut menggerakkan aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kehidupan sosial masyarakat.

Program ini sekaligus memperlihatkan tantangan pemerataan energi di Maluku Utara, daerah kepulauan dengan banyak permukiman yang tersebar dan sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.

Karena itu, pembangunan PLTS 158 kWp di Aruku diposisikan sebagai salah satu upaya menghadirkan sumber energi yang lebih sesuai dengan karakter wilayah perdesaan.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Pemkab Halmahera Barat dan PLN berkomitmen melanjutkan koordinasi hingga program tersebut dapat direalisasikan.

Bagi warga Aruku, lanjut Karim, listrik bukan sekadar lampu yang menyala ketika malam tiba. Akses energi menjadi pintu bagi anak-anak untuk belajar, layanan publik untuk bergerak, dan kegiatan ekonomi masyarakat untuk tumbuh.

“Listrik bukan hanya penerangan, tetapi merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan perekonomian masyarakat,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....