SNT 5 Tidore Kepulauan Mulai Beroperasi, 80 Siswa Jadi Angkatan Pertama
- 11 Agt 2026 09:54 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Tidore - Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 5 Tidore Kepulauan mulai beroperasi dengan 80 siswa sebagai angkatan pertama. Kehadiran sekolah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bermutu sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di berbagai daerah.
SNT 5 Tidore Kepulauan berlokasi di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku Utara, Jalan Raya Rum, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan. Pembukaan sekolah ditandai dengan upacara bendera yang diikuti siswa, orang tua, tenaga pendamping pengajar, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan unsur pendidikan.
Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman mengatakan, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan SNT sebagai bagian dari pemerataan akses pendidikan berkualitas. Menurutnya, kehadiran SNT diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak di daerah untuk mengembangkan potensi dan prestasi mereka.
“Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendukung dan berkolaborasi demi kelancaran serta keberlanjutan program pendidikan ini. Kami sangat bersyukur atas kehadiran sistem ini karena mampu menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas di daerah,” ujar Ahmad Laiman.
Ia menilai, sebelumnya masih terdapat anak-anak di daerah yang memiliki kemampuan dan prestasi, namun menghadapi kendala akses terhadap fasilitas pendidikan yang dapat mendukung pengembangan potensi mereka. Karena itu, kehadiran SNT dinilai menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pemerataan pendidikan.
“Berkat program pemerataan pendidikan dari Presiden, akses belajar kini menjadi lebih dekat dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat di daerah. Harapan kami, langkah ini dapat memfasilitasi anak didik kita untuk tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang jauh lebih unggul dan berkualitas,” katanya.
Pembukaan SNT secara nasional dilaksanakan serentak melalui upacara bendera di masing-masing sekolah. Di SNT 5 Tidore Kepulauan, upacara dihadiri Kepala SKPD, Kepala BPMP Maluku Utara, Kepala Kantor GTK Maluku Utara, para kepala sekolah jenjang SD, SMP dan SMA di Kota Tidore Kepulauan, Kepala Sekolah SNT, tenaga pendamping pengajar, orang tua, serta 80 siswa.
Pembukaan SNT tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan. Program ini diinisiasi pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bermutu dan menjadi katalisator peningkatan kualitas belajar di berbagai daerah.
Usai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dibuka secara hybrid oleh Menteri Koordinator Bidang Sumber Daya Manusia dan Pembangunan, Pratikno. Pembukaan tersebut diikuti 17 SNT yang mulai beroperasi di berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Ketua Komisi X DPR RI, serta Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Sementara siswa dan orang tua dari SNT di berbagai daerah mengikuti kegiatan secara hybrid.
Kepala BPMP Maluku Utara bersama Kepala Sekolah SNT kemudian melakukan tatap muka dengan orang tua siswa untuk menjelaskan konsep dan karakteristik sekolah. SNT mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pendidikan yang berkelanjutan, dengan sasaran siswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi dan bakat istimewa agar dapat berkembang secara optimal.
Dari sisi kurikulum, SNT menerapkan tiga lapis pembelajaran, yakni kurikulum nasional sebagai fondasi, kurikulum kekhasan sekolah sebagai penguat, serta kurikulum berbasis konteks lokal. Pembelajaran dapat diarahkan pada potensi daerah seperti pertanian, perikanan hingga kecerdasan artifisial, dengan pendekatan STEAMS dan dukungan fasilitas digital.
SNT juga tidak menerapkan konsep sekolah berasrama penuh. Sekolah ini dirancang sebagai sekolah harian modern yang mengintegrasikan pembelajaran akademik, pengembangan bakat, teknologi, serta potensi lokal dalam satu ekosistem pendidikan.
Sementara itu, pelaksanaan MPLS di SNT 5 Tidore Kepulauan berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 10–14 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi tahap awal bagi 80 siswa untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus memulai proses pembelajaran sebagai angkatan pertama SNT 5 Tidore Kepulauan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....