45 Mesin Kapal Dikirim ke Sula, Gubernur Sherly Genjot Armada Nelayan

  • 08 Agt 2026 18:03 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate – Pemerintah Provinsi Maluku Utara mempercepat penguatan sektor perikanan tangkap dengan mengirimkan 45 unit mesin kapal ke Kabupaten Kepulauan Sula. Langkah ini ditujukan untuk mempercepat aktivitas nelayan sekaligus meningkatkan pasokan ikan bagi kebutuhan masyarakat dan pasar lokal.

Distribusi puluhan mesin tersebut dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara melalui kapal Midun yang memanfaatkan layanan tol laut, Sabtu 8 Agustus 2026. Pengiriman diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam hari enam malam hingga tiba di Kepulauan Sula.

Selama perjalanan, pengiriman mesin dikawal langsung oleh staf DKP Maluku Utara untuk memastikan seluruh bantuan tiba dengan aman dan dapat segera dimanfaatkan oleh nelayan.

Kepala DKP Maluku Utara, Kadri Laetje, mengatakan percepatan pengiriman dilakukan agar nelayan dapat segera kembali melaut dan menangkap ikan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.

“Langkah cepat ini diambil agar nelayan segera beraktivitas melaut menangkap ikan dan memasok pada pasaran lokal,” kata Kadri saat dikonfirmasi rri.co.id.

Setibanya di Kepulauan Sula, bantuan mesin kapal tersebut akan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, didampingi Kepala DKP Maluku Utara Kadri Laetje.

Menurut Kadri, penguatan armada nelayan merupakan bagian dari program strategis Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe.

Proses pengangkutan mesin kapal nelayan ke Tol Laut.(Foto: RRI/Yudi).

Program tersebut diarahkan untuk membangun kekuatan perikanan tangkap di kabupaten dan kota, sehingga ketersediaan ikan sebagai sumber protein masyarakat dapat terjaga sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi nelayan.

“Kita ingin memastikan pasokan ikan yang berkecukupan untuk masyarakat,” ujarnya.

Bangun Armada Semut di Zona 0-12 Mil

Kadri mengatakan Pemprov Maluku Utara ke depan mendorong tumbuhnya armada nelayan skala kecil di seluruh kabupaten dan kota. Armada tersebut akan beroperasi di wilayah pesisir hingga zona 0-12 mil.

Meski berukuran kecil, armada nelayan ini tidak diarahkan hanya untuk menangkap ikan berukuran kecil. DKP justru mendorong nelayan kecil menangkap komoditas bernilai ekonomi tinggi, termasuk tuna sirip kuning atau yellowfin tuna dengan ukuran 20 kilogram ke atas.

Konsep tersebut, kata Kadri, menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ekonomi nelayan sekaligus memanfaatkan potensi perikanan Maluku Utara secara lebih optimal.

“Filosofi penangkapan itu, armada besar menangkap ikan kecil, sedangkan armada kecil menangkap ikan besar,” ucapnya.

Dengan penguatan armada dan dukungan mesin kapal, pemerintah berharap aktivitas nelayan di wilayah pesisir semakin produktif. Selain meningkatkan pendapatan nelayan, kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai pasok ikan dari daerah produksi hingga pasar lokal.

Ia menambahkan, pengiriman 45 mesin kapal ke Kepulauan Sula menjadi salah satu langkah awal untuk mempercepat realisasi strategi tersebut, dengan sasaran utama menghidupkan aktivitas nelayan sekaligus memastikan potensi laut Maluku Utara memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat pesisir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....