Ekonomi Maluku Utara Tumbuh 15,35 Persen pada Triwulan II 2026
- 07 Agt 2026 18:53 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Ekonomi Maluku Utara kembali mencatat pertumbuhan kuat pada triwulan II-2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat ekonomi daerah tumbuh 15,35 persen secara year on year (y-on-y) dibandingkan triwulan II-2025.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Harim Arrosid, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi di Maluku Utara masih bergerak positif. Pertumbuhan terutama didorong oleh industri pengolahan dan meningkatnya ekspor barang dan jasa.
“Kalau kita lihat secara umum, ekonomi Maluku Utara masih menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat baik. Aktivitas produksi maupun permintaan masih cukup tinggi sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Harim saat menyampaikan Rilis Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Provinsi Maluku Utara.
Dari sisi produksi, industri pengolahan tumbuh 35,84 persen, sekaligus menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada triwulan II-2026. Sementara dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa tumbuh 14,07 persen.
Kinerja tersebut menunjukkan aktivitas industri dan perdagangan luar daerah masih menjadi salah satu penggerak utama ekonomi Maluku Utara. Pertumbuhan industri pengolahan juga tidak terlepas dari aktivitas hilirisasi yang terus berkembang.
“Industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Maluku Utara. Sejalan dengan itu, ekspor barang dan jasa juga terus memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan ekonomi daerah,” jelas Harim.
Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, ekonomi Maluku Utara pada triwulan II-2026 tumbuh 2,48 persen secara quarter to quarter (q-to-q). Pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas ekonomi tetap meningkat setelah memasuki periode triwulan kedua.
Dari sisi produksi, lapangan usaha konstruksi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,02 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh paling tinggi, yakni 9,35 persen.
Menurut Harim, pertumbuhan PMTB menunjukkan aktivitas investasi masih berjalan di Maluku Utara. Pembangunan fisik maupun pengembangan usaha menjadi salah satu faktor yang ikut menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pertumbuhan PMTB yang cukup tinggi menunjukkan investasi masih berjalan. Artinya pembangunan fisik maupun pengembangan usaha tetap berlangsung dan menjadi salah satu faktor yang menopang pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Sementara itu, secara kumulatif semester I-2026 tumbuh 17,43 persen secara cumulative to cumulative (c-to-c) dibandingkan semester I-2025. Pertumbuhan tersebut kembali didominasi industri pengolahan yang tumbuh 36,44 persen.
Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa pada semester I-2026 juga tumbuh 14,64 persen. Capaian ini memperlihatkan industri pengolahan dan ekspor masih memiliki peran penting dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi Maluku Utara.
Harim menilai kinerja tersebut menunjukkan fondasi ekonomi Maluku Utara masih cukup kuat. Namun, pertumbuhan ekonomi diharapkan tidak hanya bergantung pada industri pengolahan, tetapi juga diikuti perkembangan sektor lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....